Fakta Menarik Final Piala Dunia 2026: Argentina Tanpa Tembakan, Spanyol Cetak Rekor

Oleh: Harits Tryan
Senin, 20 Juli 2026 | 05:50 WIB
Pertandingan Spanyol vs Argentina. (Foto/FIFA)
Pertandingan Spanyol vs Argentina. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina tidak hanya menghadirkan drama kemenangan La Roja, tetapi juga melahirkan sejumlah catatan sejarah baru.

Spanyol memastikan diri menjadi juara dunia usai menaklukkan Argentina dengan skor 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu di Stadion New York-New Jersey, East Rutherford, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Di balik keberhasilan tersebut, sejumlah fakta menarik tercipta. Mengutip Opta Joe, Argentina mencatatkan rekor yang tidak diinginkan dengan menjadi tim pertama dalam sejarah yang gagal melepaskan satu pun tembakan selama 90 menit di final Piala Dunia FIFA.

Sebaliknya, Spanyol menunjukkan pertahanan yang luar biasa sepanjang turnamen. La Roja hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan di Piala Dunia 2026, jumlah paling sedikit yang pernah dibukukan oleh tim juara dunia sepanjang sejarah turnamen.

Kekalahan di partai puncak juga membuat Argentina kembali harus puas sebagai runner-up. Ini menjadi kali keempat Albiceleste finis di posisi kedua setelah sebelumnya terjadi pada edisi 1930, 1990, dan 2014.

Catatan tersebut membuat Argentina menyamai rekor Jerman sebagai negara dengan jumlah finis runner-up terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, yakni empat kali.

Sementara itu, Ferran Torres mengukir namanya dalam buku sejarah. Penyerang Spanyol itu menjadi pemain pengganti kedua yang mampu mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia, mengikuti jejak Mario Götze yang melakukannya bersama Jerman pada edisi 2014.

Menariknya, baik Torres maupun Götze sama-sama mencetak gol penentu kemenangan ke gawang Argentina di partai final.

Keberhasilan mengangkat trofi juga memperpanjang catatan impresif Spanyol. Tim asuhan Luis de la Fuente kini tidak terkalahkan dalam 38 pertandingan beruntun di semua kompetisi.

Rekor tersebut menjadi laju tak terkalahkan terpanjang yang pernah dicatatkan oleh tim dari kawasan Eropa maupun Amerika Selatan dalam sejarah sepak bola internasional.

Sumber: Opta Joesinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: