5 Berita Nasional Terpopuler: Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 1 Miliar hingga Tanda Tangan Trump Tak Bernilai

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Senin, 20 Juli 2026 | 08:55 WIB
Trofi Piala Dunia. (Foto/Dok FIFA)
Trofi Piala Dunia. (Foto/Dok FIFA)

BeritaNasional.com - Selamat pagi pembaca setia Beritanasional.com! Mengawali aktivitas pada pagi ini, berikut rangkuman lima   berita yang paling banyak menyita perhatian pembaca hingga saat ini.

Posisi pertama ada berita soal Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 1 Miliar, Duel Messi vs Yamal Sedot Perhatian Dunia, AS Luncurkan Gelombang Baru Serangan Udara ke Iran, Trump Sebut sebagai 'Hukuman Cepat'.

Dilanjutkan berita, Kortas Tipidkor Polri Digugat Praperadilan usai Alihkan Kasus Febrie Adriansyah, 
Bareskrim Bongkar Sindikat Pencurian BTS Internasional, Sinyal Internet Jakarta hingga Jabar Sempat Terganggu, Pemimpin Tertinggi Iran: Pelanggaran MoU Damai, Bukti Tanda Tangan Trump Tak Bernilai.

Berikut 5 Berita Nasional Terpopuler:

1. Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp 1 Miliar, Duel Messi vs Yamal Sedot Perhatian Dunia

Antusiasme tinggi menyambut final Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Spanyol membuat harga tiket di pasar penjualan kembali melonjak tajam. Pertandingan yang mempertemukan Lionel Messi dengan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, membuat tiket menit terakhir dibanderol mulai US$10.000 hingga US$60.000.

Berdasarkan situs penjualan kembali tiket resmi FIFA yang dilansir dari ESPN, tiket termurah yang tersedia pada Sabtu pagi dijual seharga US$6.411,25 atau sekitar Rp115,03 juta (kurs Rp17.942,45 per dolar AS) untuk kursi tribun tengah di belakang gawang. Tiket tersebut dilaporkan habis terjual sebelum tengah hari.

2. AS Luncurkan Gelombang Baru Serangan Udara ke Iran, Trump Sebut sebagai 'Hukuman Cepat'

Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang baru serangan udara ke Iran pada Sabtu (19/7/2026) waktu setempat. Menurut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), serangan tersebut dimulai sekitar dua jam sebelumnya sebagai bentuk "hukuman cepat" atas tewasnya dua personel militer AS di Yordania pada Jumat (17/7/2026).Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa dirinya telah memberikan otorisasi untuk pelaksanaan operasi militer tersebut. Dalam keterangannya, CENTCOM menjelaskan bahwa sasaran utama serangan adalah melemahkan kemampuan Iran mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

3. Kortas Tipidkor Polri Digugat Praperadilan usai Alihkan Kasus Febrie Adriansyah

Lembaga Pengawasan, Pengawalan, dan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengajukan gugatan praperadilan atas kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah dan Advokat Don Ritto. 

Gugatan dilayangkan Kurniawan Adi Nugroho dari LP3HI terhadap tergugat Kepala Kortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terdaftar dengan nomor 117/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL, Selasa (14/7/2026).

4. Bareskrim Bongkar Sindikat Pencurian BTS Internasional, Sinyal Internet Jakarta hingga Jabar Sempat Terganggu

Satresmob Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat pencurian dan penadahan internasional perangkat modul Base Transceiver Station (BTS) berdampak pada gangguan sinyal  internet wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat (Jabar).

Kasus ini terungkap atas laporan awa PT Smart XL Telecom Sejahtera, Tbk yang berulang kali kehilangan perangkat modul BTS. Hilangnya komponen vital ini berimbas langsung pada lumpuhnya jaringan telekomunikasi masyarakat.

5. Pemimpin Tertinggi Iran: Pelanggaran MoU Damai, Bukti Tanda Tangan Trump Tak Bernilai

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei  mengatakan, pelanggaran Amerika Serikat (AS) terhadap nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang baru-baru ini ditandatangani dengan Iran, hanya membuktikan kalau tanda tangan Presiden AS Donald Trump tidak bernilai dan tidak sah. Sebab AS terus melakukan pelanggaran MoU damai.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pesan kepada rakyat Iran yang disiarkan oleh media Iran, yang di dalamnya dia membahas berbagai isu penting negara itu.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: