Ungkap 5.715 Batang Ganja di Yahukimo, Letjen TNI Lucky: OPM Paksa Rakyat Tanam Ganja

Oleh: Bachtiarudin Alam
Senin, 20 Juli 2026 | 08:20 WIB
OPM paksa rakyat tanam ganja (Beritanasional/Bachtiar)
OPM paksa rakyat tanam ganja (Beritanasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Tim gabungan satuan TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 725/Woroagi di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III berhasil mengungkap 5.715 batang ganja siap panen di dua lokasi ladang di Distrik Kurima, Yahukimo, Papua Pegunungan.

“Apresiasi kepada satuan dan prajurit berprestasi yang telah melaksanakan patroli dan mendapatkan kurang lebih 5.715 batang ganja di daerah Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo,” kata Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto dalam keteranganya, Senin (20/7/2026).

Dari hasil pengumpulan keterangan, Ganja tersebut milik komplotan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang kuat dugaan akan dijual memanfaatkan momentum Final Piala Dunia 2026 ke seluruh Papua.

Bahkan, pengungkapan ini telah memperkuat fakta temuan sebelumnya, bahwa OPM sengaja membudidayakan dan memaksa warga untuk menanam ganja demi kepentingan ekonomi pembiayaan aksi teror mereka.

“Didapatkannya 5.715 batang pohon ganja ini menunjukkan bahwa informasi yang selama ini kita dengar dan fakta di lapangan beberapa waktu yang lalu. OPM dengan sengaja membudidayakan ganja-ganja ini dan memaksa masyarakat untuk menanam ganja di pekarangan rumahnya,” ucapnya.

“Ini merupakan kondisi yang sangat bertentangan dengan tujuan dan cita-cita dari seluruh bapak-bapak, mama-mama, cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk menciptakan generasi muda yang unggul sebagai calon-calon pemimpin masa depan di kemudian hari,” tambah dia.

Sebab peredaran ganja bisa merusak masa depan para penerus bangsa dan nilai-nilai luhur budaya Papua yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat. Sehingga tugas menjaga generasi muda bukan hanya negara, tetapi tanggungjawab seluruh pihak. 

“Karena dengan batang ganja ini bisa membunuh masa depan generasi Papua, generasi yang diharapkan bisa memimpin dan membawa Papua menuju kemajuan yang didambakan selama ini,” imbuhnya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: