Kodam Cenderawasih Pastikan 7 Penumpang Pesawat yang Dibakar di Yahukimo Selamat

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB
Pembakaran pesawat Ama PK-RCY. (Foto/ist)
Pembakaran pesawat Ama PK-RCY. (Foto/ist)

BeritaNasional.com - Kodam XVII/Cenderawasih melaporkan tujuh penumpang pesawat perintis milik PT AMA berhasil selamat setelah sempat menjadi sasaran penyerangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo, Papua Pegunungan.

Kabar itu disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Infanteri TNI Tri Purwanto. Dan sejauh ini, korban jiwa yang dilaporkan hanya pilot berkebangsaan Amerika Serikat (AS) Nicholas F. Goselin.

“Berdasarkan informasi awal, pesawat tersebut diduga dibakar oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka setelah mendarat di lokasi (lapangan terbang Balinggama),” kata Tri kepada awak media. 

Tri menjelaskan, dari informasi yang diterima sebelum penyerangan, pesawat terbang dari Bandara Wamena menuju Lapangan Terbang Balinggama. Selain pilot, pesawat tersebut membawa tujuh orang penumpang yang seluruhnya dipastikan selamat. 

“Informasi awal mengenai kejadian ini diperoleh dari Manajer PT AMA, Bapak Mario, yang melaporkan insiden tersebut kepada PPK Perintis Kantor UPBU Kelas I Wamena," jelas dia.

 

Tri menegaskan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan operator penerbangan, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan terverifikasi, termasuk kronologi, kondisi para penumpang, serta situasi keamanan di lokasi.

"Kami masih melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terverifikasi. Perkembangan situasi di lapangan juga terus kami pantau," terangnya.

Lebih lanjut, Tri mengecam serangan yang menyasar moda transportasi masyarakat. Terlebih, pesawat itu merupakan satu sarana transportasi vital untuk keperluan logistik wilayah pedalaman di Papua. 

“Masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya sambil menunggu hasil penyelidikan resmi,” ujarnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: