Cuaca Ekstrem Ganggu Piala Dunia, Laga Meksiko vs Ekuador Ditunda

Oleh: Harits Tryan
Rabu, 01 Juli 2026 | 07:53 WIB
Cuaca Ekstrem Ganggu Piala Dunia, Laga Meksiko vs Ekuador Ditunda. (Foto/X @@RodolfoLanderos).
Cuaca Ekstrem Ganggu Piala Dunia, Laga Meksiko vs Ekuador Ditunda. (Foto/X @@RodolfoLanderos).

BeritaNasional.com - Laga babak 32 besar Piala Dunia antara Meksiko melawan Ekuador mengalami penundaan akibat sambaran petir yang terjadi di wilayah Mexico City, Rabu (1/7/2026).

Mengutip USA Today, pertandingan yang semula dijadwalkan berlangsung pada pukul 08.00 WIB di Stadion Azteca tersebut resmi ditunda sekitar satu jam sebelum kick-off. Hingga saat ini, pihak penyelenggara masih menunggu perkembangan situasi cuaca sebelum menentukan jadwal terbaru pertandingan.

Belum ada kepastian mengenai berapa lama penundaan akan berlangsung. Namun, otoritas pertandingan harus memastikan kondisi kembali aman sebelum laga dapat digelar.

Cuaca buruk sebelumnya juga sempat mengganggu jalannya pertandingan Piala Dunia edisi kali ini. Pada laga Prancis melawan Irak di Philadelphia, pertandingan sempat tertunda hingga dua jam saat jeda babak pertama akibat hujan deras dan aktivitas petir di sekitar stadion.

Untuk pertandingan Meksiko kontra Ekuador, hujan diperkirakan masih akan mengguyur wilayah Mexico City hingga sekitar pukul 09.00 WIB atau sekitar pukul 19.00 waktu setempat di sekitar Stadion Azteca.

Meski pertandingan tertunda, para suporter yang telah memenuhi tribun stadion tetap bertahan di tempat duduk masing-masing sambil menunggu informasi terbaru dari penyelenggara.

Terkait cuaca ekstrem, FIFA diketahui tidak memiliki aturan khusus mengenai penundaan pertandingan akibat petir atau badai. Namun dalam praktiknya, pertandingan biasanya wajib dihentikan apabila terdeteksi sambaran petir dalam radius sekitar delapan hingga sepuluh mil dari stadion.

Setiap sambaran petir yang kembali terjadi akan memperpanjang durasi penundaan selama 30 menit tambahan sebelum pertandingan diizinkan kembali berlangsung.

Sumber: USA Todaysinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: