Jadwal 32 Besar Piala Dunia Rabu 1 Juli 2026: Pantai Gading vs Norwegia hingga Inggris vs Kongo
BeritaNasional.com - Jadwal lanjutan babak 32 besar Piala Dunia 2026 pada Rabu (1/7/2026) akan menyajikan empat laga menarik.
Selain duel sengit sesama tim Eropa antara Prancis kontra Swedia, sang tuan rumah Meksiko juga bersiap menghadapi tantangan berat dari Ekuador. Semua pertandingan penentu ini bisa disaksikan secara gratis melalui siaran langsung di TVRI Nasional serta TVRI Sport.
Pantai Gading vs Norwegia
Misi besar diusung tim nasional Pantai Gading saat bersiap menantang Norwegia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion AT&T, Arlington, Dallas, pada Rabu dini hari WIB.
Pertandingan ini menjadi panggung bagi Les Elephants untuk terus merajut sejarah baru di kancah sepak bola dunia.
Pantai Gading sukses mengukir tinta emas dengan melaju ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah setelah finis sebagai runner-up Grup E di bawah Jerman.
Namun, ambisi mereka kini langsung dihadang oleh tembok besar bernama Norwegia, yang siap menebar teror lewat ketajaman bomber maut mereka, Erling Haaland.
"Mereka tim yang bagus, terorganisasi, memiliki pemain-pemain individu hebat, tetapi mereka juga bermain baik sebagai satu kesatuan," kata pelatih Pantai Gading Emerse Fae seperti dilansir dari Reuters pada Selasa (30/6/2026).
Fae menilai Norwegia adalah tim pragmatis yang sangat klinis dan tidak butuh banyak peluang untuk menghukum kelengahan lawan.
Sinyal Bahaya Nicolas Pepe dan Kembalinya Pilar Pertahanan
Tiket lolos ke babak 32 besar diraih Pantai Gading setelah membungkam Curacao 2-0 di laga pamungkas grup berkat dwigol Nicolas Pepe.
Kemenangan tersebut membuktikan bahwa Pantai Gading kini tidak hanya mengandalkan keunggulan fisik, melainkan juga transisi cepat dan variasi serangan berbahaya melalui motor serangan seperti Yan Diomande.
Sayangnya, Pantai Gading dipastikan kehilangan bek Wilfried Singo yang dibekap cedera hamstring. Meski begitu, lini belakang mereka mendapat suntikan tenaga segar seiring pulihnya Evan Ndicka yang sempat absen di seluruh laga fase grup.
Ancaman Duet Haaland-Odegaard
Di kubu seberang, Norwegia menatap fase gugur dengan mentalitas baja setelah berhasil kembali ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.
Tim besutan Stale Solbakken ini sempat menelan kekalahan 1-4 dari Prancis di laga terakhir grup, namun hasil itu terjadi karena Solbakken sengaja melakukan rotasi besar demi menyimpan tenaga para pemain pilarnya.
Kini, Erling Haaland dan sang kapten Martin Odegaard dipastikan siap turun sejak menit awal. Haaland menjadi momok paling menakutkan setelah mengemas empat gol dari dua laga, masing-masing sepasang gol ke gawang Irak dan Senegal.
Fae bahkan mengakui bahwa penyerang Manchester City itu merupakan tipe pemain yang bisa mengubah arah pertandingan dari situasi sesulit apa pun.
"Dia bisa mencetak gol dalam kesempatan apa pun, dengan cara apa pun yang bisa dibayangkan," kata Fae.
Selain Haaland, kreativitas Martin Odegaard di lini tengah Arsenal juga akan menjadi kunci utama dalam mengalirkan bola dari lini kedua ke lini serang Norwegia.
Sama seperti lawannya, Norwegia juga pincang di sektor belakang lantaran bek kanan Julian Ryerson harus absen akibat cedera paha.
Adu Fisik Kontra Strategi Efektif
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, memprediksi laga ini akan menguras fisik anak asuhnya. Ia memuji Pantai Gading sebagai salah satu kontestan dengan ketahanan fisik terbaik di turnamen ini.
"Kami harus mengimbangi kekuatan fisik mereka. Mereka tim yang sangat fisikal dan sangat kuat," kata Solbakken, yang memperkirakan laga akan berjalan sangat alot karena benturan dua gaya main yang kontras.
Jalannya laga nanti diprediksi akan ditentukan oleh seberapa disiplin Pantai Gading memutus pasokan bola ke arah Haaland sejak dari lini tengah.
Jika berhasil, mereka bisa melancarkan serangan balik kilat lewat kecepatan Diomande dan Pepe. Sebaliknya, Norwegia yang dihuni Haaland tidak butuh dominasi penguasaan bola; sedikit saja ada celah atau bola muntah di kotak penalti, hal itu bisa berujung petaka bagi Pantai Gading.
Pemenang dari partai sengit ini sudah ditunggu oleh raksasa Amerika Selatan, Brasil, di babak 16 besar setelah Selecao sukses menjinakkan Jepang dengan skor 2-1.
Perkiraan Susunan Pemain
Pantai Gading (4-3-3): Yahia Fofana; Guela Doue, Ousmane Diomande, Odilon Kossounou, Ghislain Konan; Ibrahim Sangare, Franck Kessie, Christ Inao Oulai; Amad Diallo, Nicolas Pepe, Yan Diomande.
Norwegia (4-3-3): Orjan Nyland; Marcus Pedersen, Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem, David Moller Wolfe; Sander Berge, Fredrik Aursnes, Martin Odegaard; Alexander Sorloth, Erling Haaland, Antonio Nusa.
Prancis vs Swedia
Bentrokan babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Prancis dan Swedia di MetLife Stadium, New Jersey, AS, pada Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB, diprediksi akan berjalan timpang.
Prancis menatap laga ini dengan status juara Grup I lewat poin sempurna (9 poin), sementara Swedia terseok-seok lolos sebagai peringkat ketiga Grup F dengan modal 4 poin.
Kendati Swedia memiliki duet penyerang maut pada diri Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, lini belakang Blagult (julukan Swedia) tampaknya belum akan menjadi ujian yang berarti bagi armada Les Bleus yang tampil sangat solid di semua lini.
Adu Tajam Lini Depan dan Kerapuhan Pertahanan
Prancis menunjukkan produktivitas luar biasa sepanjang fase grup dengan mengemas 10 gol dari total 44 peluang (22 di antaranya menemui sasaran). Di kubu seberang, Swedia sebenarnya terhitung subur dengan mencetak 7 gol dari 40 peluang (20 on target).
Namun, masalah terbesar tim asuhan Graham Potter ini terletak pada rapuhnya sektor pertahanan. Meski konsisten memasang skema tiga bek tengah, gawang Swedia sudah bobol sebanyak 7 kali dan mereka belum pernah sekalipun mencatat clean sheet.
Catatan ini kontras dengan Prancis yang baru kebobolan 2 gol dan sempat mencatatkan kemenangan nirbobol 3-0 saat bersua Irak.
Agresivitas dan Intensitas Pressing Les Bleus
Keunggulan Prancis tidak hanya terletak pada efisiensi peluang, melainkan juga intensitas serangan dan pressing ketat.
Sentuhan di Area Berbahaya: Prancis tercatat melakukan 204 kali penetrasi ke sepertiga akhir pertahanan lawan, dengan motor serangan utama bertumpu di sayap kiri (78 kali).
Sementara itu, Swedia hanya membukukan 157 sentuhan yang mayoritas dibangun dari sektor kanan (54 sentuhan).
Intensitas Pressing: Pasukan Didier Deschamps juga jauh lebih militan dalam merebut bola. Prancis melepaskan total 768 pressing dalam tiga laga awal, unggul jauh dari Swedia yang hanya membuat 601 pressing.
Dalam urusan ini, Ousmane Dembele menjadi pemain Prancis paling agresif dalam mengganggu aliran bola lawan. Tak hanya rajin bertahan, Dembele juga menjadi tumpuan dengan koleksi 4 gol—jumlah yang sama dengan torehan sang megabintang Kylian Mbappe.
Kuartet lini serang Prancis kian mengerikan karena tidak bergantung pada satu-dua pemain saja. Kehadiran talenta muda seperti Michael Olise, Bradley Barcola, hingga Desire Doue membuktikan bahwa sistem ofensif Les Bleus bekerja secara kolektif dan merata. Uniknya, Swedia pun demikian; nama-mana seperti Anthony Elanga dan Yasin Ayari bahkan mencetak gol lebih banyak ketimbang Isak dan Gyokeres di turnamen ini.
Pertempuran Lini Tengah Jadi Kunci
Mengingat kedua tim sama-sama memiliki lini depan yang berbahaya, jalannya pertandingan akan sangat ditentukan oleh performa para gelandang dan bek. Dalam aspek ini, Prancis jelas diunggulkan karena memiliki salah satu komposisi sektor tengah terbaik di dunia.
Didier Deschamps, yang paham betul cara memenangi duel lapangan tengah, memiliki kemewahan dalam merotasi poros ganda (double pivot) miliknya melalui kombinasi Aurelien Tchouameni, Manu Kone, dan Adrien Rabiot. Trio ini bertugas memutus serangan sekaligus mendikte tempo permainan.
Mereka akan beradu kreatif dengan duet gelandang Swedia, Yasin Ayari dan Elliot Stroud, yang disokong oleh Gabriel Gudmundsson serta Alexander Bernhardsson di sisi sayap.
Swedia diprediksi akan mencoba memotong kepadatan lini tengah Prancis dengan mengandalkan bek tengah Gustaf Lagerbielke untuk melepaskan umpan-umpan panjang langsung dari lini belakang. Taktik spekulatif ini memanfaatkan kecepatan transisi dari Elanga, Isak, dan Gyokeres untuk mengejutkan Dayot Upamecano cs.
Namun, strategi ini dinilai rawan gagal dan bisa menjadi bumerang. Menilik rekam jejak pertemuan, dari 23 bentrokan historis kedua tim, Prancis mendominasi dengan mengemas 12 kemenangan.
Dengan keunggulan peringkat (Prancis peringkat 2 dunia, Swedia peringkat 36) serta kualitas lini pertahanan yang jauh lebih solid, Prancis diunggulkan keluar sebagai pemenang untuk menantang Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Meksiko vs Ekuador
Ujian konsistensi sesungguhnya bakal dihadapi tim nasional Meksiko saat menjamu Ekuador dalam laga hidup-mati babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, pada Rabu (1/7) WIB.
Bertindak sebagai salah satu tuan rumah turnamen, Meksiko membawa beban tekanan sekaligus keuntungan besar di hadapan publik sendiri.
Skuad asuhan Javier Aguirre ini melenggang ke fase gugur dengan status mentereng sebagai juara Grup A setelah menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan, mengemas enam gol, dan belum sekalipun kebobolan.
Modal Kepercayaan Diri Tinggi La Tri
Di kubu lawan, Ekuador harus menempuh jalur yang lebih berliku untuk bisa sampai ke babak 32 besar. Tim berjuluk La Tri ini lolos setelah finis di peringkat ketiga Grup E dengan mengantongi satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Kendati demikian, mentalitas Ekuador sedang membubung tinggi. Keberhasilan mereka menumbangkan tim raksasa Jerman dengan skor 2-1 di laga pamungkas fase grup menjadi modal berharga.
Pelatih Ekuador, Sebastian Beccacece, menegaskan timnya sama sekali tidak gentar meskipun harus bermain di bawah tekanan suporter fanatik Meksiko.
Adu Efektivitas vs Agresivitas Serangan
Pertandingan ini diprediksi akan berjalan sangat ketat lantaran kedua tim memiliki karakteristik permainan yang kontras. Meksiko tampil sangat efektif di fase grup dengan mencatatkan rata-rata dua gol per pertandingan.
Sebaliknya, Ekuador jauh lebih agresif dalam menggempur pertahanan lawan lewat torehan rata-rata 13 tembakan dengan 6,33 di antaranya tepat sasaran per laga.
Selain lini serang yang tajam, benteng pertahanan kokoh menjadi senjata utama Meksiko. Terlebih lagi, bermain di Mexico City dengan faktor ketinggian geografis stadion bakal menjadi tantangan fisik tambahan yang berat bagi skuad Ekuador.
Namun, Ekuador punya kartu as untuk meredam tuan rumah. Kemampuan mereka lepas dari tekanan seperti saat melawan Jerman menunjukkan bahwa lini tengah yang dikomandani Moises Caicedo sangat solid dalam menjaga intensitas permainan sekaligus melindungi lini belakang.
Rekor Pertemuan Berpihak pada Meksiko
Menilik sejarah pertemuan, Meksiko memang jauh lebih digdaya. Berdasarkan data dari Fox Sports, kedua tim sudah bersua sebanyak 25 kali di mana Meksiko mendominasi dengan 14 kemenangan, sedangkan Ekuador hanya mampu mencuri 4 kemenangan, dan 7 laga sisa berakhir imbang.
Bentrokan ini juga menjadi ulangan sejarah setelah edisi Piala Dunia 2002 silam, saat Meksiko sukses menjinakkan Ekuador dengan skor 2-1 di fase grup. Siapa pun yang keluar sebagai pemenang di laga ini sudah ditunggu oleh Inggris atau Republik Demokratik Kongo di babak 16 besar.
Perkiraan Susunan Pemain
Meksiko: Raul Rangel; Jorge Sanchez, Cesar Montes, Johan Vasquez, Jesus Gallardo; Erik Lira, Luis Romo, Erick Gutierrez; Roberto Alvarado, Raul Jimenez, Julian Quinones.
Ekuador: Hernan Galindez; Alan Franco, Joel Ordonez, Willian Pacho, Piero Hincapie; John Yeboah, Moises Caicedo, Pedro Vite, Nilson Angulo; Gonzalo Plata, Enner Valencia.
Inggris vs Kongo
Tim nasional Inggris akan ditantang oleh kekuatan mengejutkan dari Afrika, Republik Demokratik (RD) Kongo, dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Rabu (1/7) malam WIB.
Bagi Inggris, laga ini menjadi kali kedua mereka berhadapan dengan wakil Benua Hitam di turnamen ini. Sebelumnya, Harry Kane dan kawan-kawan dibuat frustrasi oleh Ghana di fase grup setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Tiga Singa agar tidak kembali tersandung.
Les Leopards yang Sulit Ditebak
Inggris dipastikan tidak boleh memandang remeh kekuatan RD Kongo. Skuad berjuluk Les Leopards ini sukses menjadi tim yang sulit diprediksi sepanjang babak penyisihan grup.
RD Kongo berhasil mengunci tiket ke babak 32 besar berkat performa impresif, mulai dari menumbangkan Uzbekistan, menahan imbang tim kuat Portugal, hingga hanya kalah tipis dari Kolombia.
Kehadiran pemain berpengalaman seperti Aaron Wan-Bissaka di kubu Kongo wajib menjadi alarm waspada bagi anak asuh Thomas Tuchel jika ingin mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Kesiapan Taktis Kedua Tim
Menjelang laga krusial ini, skuad Inggris hampir turun dengan kekuatan penuh. Hanya Reece James yang dipastikan absen, sementara bek muda Jarell Quansah diragukan pulih tepat waktu.
Thomas Tuchel diprediksi akan menerapkan sepak bola menekan dengan intensitas tinggi (high pressing) memanfaatkan ketajaman Harry Kane di lini depan, kreativitas Jude Bellingham dan Bukayo Saka sebagai motor serangan, serta Declan Rice yang menjadi jangkar tangguh di lini tengah.
Di kubu seberang, Pelatih RD Kongo Sebastien Desabre tidak memiliki masalah cedera baru di dalam skuadnya. Mereka akan tetap mengandalkan tembok kokoh yang dikoordinasikan oleh Chancel Mbemba serta ketangguhan kiper Lionel Mpasi yang tampil gemilang di fase grup.
Untuk urusan menyerang, duet Yoane Wissa dan Cedric Bakambu akan menjadi senjata utama Kongo dalam melancarkan skema serangan balik cepat yang mematikan. Desabre diprediksi bakal menerapkan pertahanan rapat dan mengincar peluang dari bola mati—strategi serupa yang sukses membuat Portugal frustrasi.
Perkiraan Susunan Pemain
Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Djed Spence, Marc Guehi, Ezri Konsa, Nico O'Reilly; Elliot Anderson, Declan Rice; Bukayo Saka, Jude Bellingham, Marcus Rashford; Harry Kane.
Pelatih: Thomas Tuchel
RD Kongo (3-5-2): Lionel Mpasi; Steve Kapuadi, Chancel Mbemba, Axel Tuanzebe; Aaron Wan-Bissaka, Noah Sadiki, Samuel Moutoussamy, Ngal'ayel Mukau, Arthur Masuaku; Cedric Bakambu, Yoane Wissa.
Pelatih: Sebastien Desabre
Jadwal Pertandingan Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 pada Rabu (1/7/2026)
Pantai Gading vs Norwegia
Waktu: 00.00 WIB
Prancis vs Swedia
Waktu: 04.00 WIB
Meksiko vs Ekuador
Waktu: 08.00 WIB
Inggris vs Kongo
Waktu: 23.00 WIB
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 6 jam yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







