Belanda Hancur Lebur di Piala Dunia 2026, Ronald Koeman Belum Mau Mundur

Oleh: Tarmizi Hamdi
Selasa, 30 Juni 2026 | 19:10 WIB
Pelatih Timnas Belanda Ronald Koeman. (Foto/Instagram Ronald Koeman)
Pelatih Timnas Belanda Ronald Koeman. (Foto/Instagram Ronald Koeman)

BeritaNasional.com - Masa depan Ronald Koeman di kursi kepelatihan Tim Nasional (Timnas) Belanda kini berada di ujung tanduk. 

Usai De Oranje didepak Maroko lewat drama adu penalti di babak 32 besar Piala Dunia, Koeman mengaku sangat terpukul dan mulai mempertimbangkan kelanjutan kariernya.

Kekalahan menyakitkan di Stadion Monterrey ini menorehkan catatan kelam bagi sepak bola Belanda. 

Ini merupakan kegagalan tercepat mereka di putaran final Piala Dunia sejak terakhir kali rontok di babak 16 besar pada edisi 2006 di Jerman.

"Saya belum mengundurkan diri. Saya akan merenungkan masa depan saya," ujar Koeman dalam konferensi pers pascalaga yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Selasa (30/6/2026).

"Saat ini, kekecewaan dari pertandingan masih sangat terasa. Saya akan mengumpulkan pikiran saya dan mungkin saya akan sampai pada kesimpulan besok pagi," paparnya.

Belanda sebenarnya hampir mengunci tiket lolos setelah Cody Gakpo memecah kebuntuan lewat golnya di menit ke-72.

Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna seketika setelah bek Maroko, Issa Diop, mencetak gol penyeimbang dramatis di menit ke-91 (injury time), memaksa laga berlanjut ke babak tambahan hingga adu penalti.

Dewi fortuna tampaknya sedang tidak memihak De Oranje. Tiga eksekutor Belanda, Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville, gagal menuntaskan tugasnya dengan baik di babak tos-tosan.

"Undian ini sulit sejak kami melihat Maroko di grup kami, tapi itulah sepak bola. Kami mengerahkan banyak energi ke dalam pertandingan ini dan pertandingan berlangsung sengit. Mungkin Maroko menciptakan peluang yang lebih baik. Kami unggul terlebih dahulu dan saya rasa mereka tidak memiliki solusi yang nyata, lalu mereka mencetak gol yang beruntung," paparnya.

Koeman mengakui bahwa sejak awal ia sudah memprediksi laga melawan Maroko tidak akan berjalan mudah. Meski timnya telah tampil habis-habisan dalam pertandingan yang sengit tersebut, ia berlapang dada mengakui bahwa lawan tampil lebih mengancam.

Kegagalan mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir pertandingan menjadi pukulan telak yang disesalinya.

"Rasanya lebih menyakitkan lagi ketika itu terjadi di waktu tambahan. Kami juga kurang beruntung dalam adu penalti," tuturnya.

Seusai laga, Koeman langsung dihujani kritik akibat keputusannya mengubah strategi menjadi formasi bertahan lima bek. 

Banyak pihak menilai taktik tersebut terlalu defensif dan membuat Belanda kehilangan daya dobrak. Namun, pelatih berusia 63 tahun itu pasang badan dan membela keputusannya.

"Kami kebobolan jauh lebih sedikit daripada saat melawan Swedia dan Tunisia di babak penyisihan grup," kata Koeman.

Koeman menjelaskan kritik yang datang saat ini hanya karena hasil akhir pertandingan yang tidak memihak timnya. 

Menurut dia, jika gol penyeimbang di menit akhir itu tidak pernah lahir, publik justru akan memuji keputusan taktisnya.

"Jika gol penyeimbang itu tidak tercipta, orang-orang mungkin akan memuji keputusan tersebut," tambahnya.

Mantan pelatih Barcelona itu menegaskan perubahan formasi menjadi lima bek sangat krusial untuk menutup ruang bagi lawan. Kacaunya lini pertahanan yang menjadi evaluasi utama dari laga-laga sebelumnya. 

Menanggapi kritik tajam dari luar lapangan, Koeman membalas bahwa ia yang paling tahu kondisi tim karena mendampingi para pemain setiap hari. Ia menegaskan tidak akan mengubah keputusannya sedikit pun jika waktu bisa diputar kembali.

"Saya merasa perubahan itu perlu. Terlalu sering di pertandingan sebelumnya kami memberi lawan terlalu banyak ruang, dan jika itu terjadi malam ini, kami mungkin bahkan tidak akan mencapai babak perpanjangan waktu. Orang-orang melihat pertandingan dari pinggir lapangan, tetapi saya bersama tim setiap hari. Jika saya harus melakukannya lagi, saya tidak akan mengubah apa pun," tegasnya.

Meski begitu, mantan pelatih Barcelona ini tidak menutup mata bahwa kreativitas lini serang anak asuhnya memang sangat bermasalah dalam membongkar pertahanan Maroko.

"Saya pikir kami bisa lebih berbahaya di sisi kiri dengan Micky (van de Ven) dan Cody. Kami bisa mengalirkan bola lebih cepat. Kami beberapa kali berada di posisi bagus di sisi kanan, tetapi umpan terakhir kurang bagus. Anda bisa bertanya apakah bermain dengan lima bek memengaruhi permainan menyerang kami," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: