Masyarakat Berpenghasilan Rendah Disarankan Beli Rumah Subsidi: Bunga Flat, Cocok Lawan Inflasi
BeritaNasional.com - PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) mendorong masyarakat, khususnya para kepala keluarga muda, untuk memprioritaskan pembelian rumah pertama melalui skema rumah subsidi.
Sifatnya yang terjangkau dan tak terkena inflasi dinilai menjadi solusi terbaik bagi pemenuhan kebutuhan papan nasional.
Hal itu ditegaskan oleh Direktur Utama GRIA, Khufran Hakim Noor, usai menggelar Paparan Publik (Public Expose) Tahunan di Grand Zuri, BSD City, Tangerang Selatan, Selasa (30/6/2026).
Bunga Cuma 5 Persen, Jadi Alat Lawan Inflasi
Khufran menyarankan masyarakat yang baru pertama kali ingin memiliki hunian layak yang sudah mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan fasilitas air bersih. tidak langsung tergiur membeli rumah komersial (real estate).
Faktor suku bunga menjadi pembeda utamanya. Saat ini, bunga untuk rumah nonsubsidi berada di kisaran 10 hingga 15 persen. Sebaliknya, rumah subsidi menawarkan bunga yang jauh lebih ringan.
"Sedangkan rumah subsidi bunganya cuma 5 persen flat bahkan sampai 20 hingga 30 tahun. Jadi misalkan cicilan hari ini Rp1,3 juta, kita bicara 10 tahun lagi nilainya tetap Rp1,3 juta. Dengan adanya inflasi, value uang itu mungkin cuma setara sekitar Rp600 ribu hari ini. Jadi, untuk melawan inflasi, belilah rumah subsidi," ungkap Khufran saat diwawancarai pada Selasa.
Ia juga mengingatkan generasi muda yang sudah menginjak usia 21 tahun untuk mulai mencicil rumah subsidi sejak dini dan menjadikannya sebagai instrumen investasi jangka panjang.
"Beli dari sekarang, jadikan ini tuh tabungan. Karena pernah lihat harga rumah turun, nggak? Pernah, sih, kalau rumahnya kebanjiran atau banyak begal," katanya.
Khufran menyayangkan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui besarnya fasilitas dan kemudahan yang diberikan pemerintah di sektor perumahan ini.
Salah satunya adalah ketersediaan kuota rumah subsidi yang mencapai 320.000 unit.
Menurut hitungannya, jika program ini berjalan konsisten selama era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, setidaknya ada 1,6 juta kepala keluarga yang akan terbantu memiliki rumah dalam waktu lima tahun ke depan.
"Masyarakat secara umum di Indonesia belum tahu ada hak atau bahkan yang namanya dimanjakan oleh pemerintah. Sosialisasi ini kurang disampaikan bahwa belilah rumah subsidi jadi rumah pertama. Jadi jangan beli mobil dulu, beli rumah subsidi," tegasnya.
GRIA Siap Kawal Program 3 Juta Rumah Prabowo
Dalam kesempatan yang sama, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk menyatakan kesiapannya untuk mengawal program penyediaan 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
GRIA menilai sinergi aktif dari sektor swasta merupakan instrumen krusial agar target papan nasional tersebut dapat terealisasi secara inklusif. Guna mendukung program tersebut, GRIA berkomitmen meningkatkan mutu konstruksi fisik bangunan, tata zonasi kawasan yang berwawasan lingkungan, serta penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance).
"Komitmen ini menjadikan GRIA sebagai pengembang hunian layak dan terjangkau yang berkualitas, dilengkapi fasilitas pendukung yang lengkap bagi seluruh lapisan masyarakat," tandas Khufran.
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu







