Meksiko Melaju sebagai Juara Grup, Ochoa Dapat Penghormatan Spesial
BeritaNasional.com - Kiper veteran Meksiko, Guillermo Ochoa, menikmati momen perpisahan yang emosional usai tampil dalam laga terakhirnya di Piala Dunia 2026.
Penjaga gawang berusia 40 tahun itu membantu Meksiko mengalahkan Republik Ceko dengan skor 3-0 sekaligus memastikan status juara Grup A.
Ochoa masuk menggantikan Raul Rangel pada 12 menit terakhir pertandingan yang berlangsung di Stadion Azteca. Saat itu Meksiko telah unggul 2-0 dan berada di jalur menuju babak gugur.
Penampilan tersebut menjadi yang keenam sekaligus terakhir bagi Ochoa di ajang Piala Dunia. Ia sukses mempertahankan gawang Meksiko tetap nirbobol hingga laga berakhir, sebelum timnya menambah satu gol lagi untuk mengunci kemenangan telak.
Stadion Azteca memiliki arti khusus bagi Ochoa. Di venue yang sama, ia menjalani debut senior bersama Club América pada 2004. Karena itu, momen perpisahan di hadapan publik sendiri terasa semakin istimewa.
“Pertandingan pertama saya di Azteca, pertandingan terakhir saya juga di Azteca. Ini adalah babak penutup yang indah dalam karier saya. Terima kasih semuanya,” ujar Ochoa dikutip dari Reuters, Kamis (25/6/2026).
Meksiko meraih kemenangan berkat gol yang dicetak oleh Mateo Chavez, Julian Quinones, dan Alvaro Fidalgo. Meski tidak sepenuhnya mendominasi pertandingan, tim tuan rumah tampil efektif dan layak mengamankan tiga poin.
Setelah peluit panjang dibunyikan, seluruh stadion memberikan penghormatan kepada Ochoa. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai salah satu ikon sepak bola Meksiko berkat sederet penyelamatan gemilang yang kerap menjadi penyelamat tim nasional.
Chavez pun memuji sosok seniornya tersebut.
“Dia adalah teladan bagi kami semua. Dia yang pertama datang ke gym dan yang terakhir pulang. Ini adalah pelengkap sempurna dari karier yang luar biasa. Dia idola kami dan membantu membimbing tim dengan pengalamannya,” kata Chavez.
Meksiko kini bersiap menghadapi babak 32 besar yang juga akan digelar di Stadion Azteca. Meski peluang Ochoa untuk kembali tampil terbilang kecil, perpisahan sang legenda telah menjadi salah satu momen paling berkesan bagi publik tuan rumah.
Keberhasilan menyapu bersih fase grup semakin meningkatkan optimisme suporter Meksiko untuk mengakhiri penantian panjang mencapai perempat final Piala Dunia. Sepanjang sejarah, El Tri baru dua kali menembus fase tersebut, yakni pada Piala Dunia 1970 dan 1986, ketika mereka bertindak sebagai tuan rumah.
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu






