Anggota DPRD DKI Sambut Percepatan Pembangunan Flyover Latumenten, Target Rampung Akhir 2026

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 02 Juli 2026 | 19:52 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Foto/istimewa)
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth menyambut komitmen dari Pemprov DKI Jakarta yang mengebut pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat ditargetkan selesai Desember 2026.

Hal itu disampaikan Kenneth saat meninjau proyek yang digadang-gadang mampu mengurangi kemacetan hingga 40 persen bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Kamis (2/7/2026).

"Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti," ujar Kenneth dalam keterangan tertulisnya.

Sementara, Kenneth menyampaikan kehadiran Flyover Latumenten ini berawal dari keresahan warga yang tinggal di sekitar perlintasan kereta api. Atas keresahan itulah, ia pun mengusulkan agar adanya pembangunan jalan layang untuk mengurai kemacetan.

"Pada 2024 lalu saya ada kunjungan kerja ke daerah sini (Latumenten) saat reses. Warga lalu meminta dibangunkan flyover untuk mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat," ungkap Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Karena saat itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memiliki anggaran untuk membangun flyover, Kenneth pun meminta agar dilakukan kajian dahulu terhadap permasalahan tersebut. Setelah kajian selesai, proses lelang akhirnya dimulai pada penghujung 2025.

"Akhirnya saya minta dibuatkan kajian terkait permasalahan ini. Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Mudah-mudahan bisa selesai on time seperti yang diharapkan Pak Gubernur," ucap dia.

Adapun, Kenneth melaporkan dari hasil peninjauan yang dilakukan bahwa Flyover Latumenten akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum, mulai dari KRL Commuter Line, JakLingko, hingga Transjakarta. 

 

Sebagai penghubung antar moda, akan dibangun skywalk yang dilengkapi lift, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ramah disabilitas, serta halte Transjakarta yang terintegrasi dengan kawasan sekitar. Hal itu bertujuan untuk masyarakat semakin nyaman saat berpindah dari moda transportasi satu ke yang lain.

"Jadi konsep tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang membawa barang atau kereta bayi. Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menggunakan tangga," ujarnya.

"Kehadiran fasilitas integrasi tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pejalan kaki yang berpindah moda transportasi. Dengan adanya skywalk yang terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas," sambung dia.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: