Pulihkan Konektivitas Aceh, Penanganan Permanen Jalan dan Jembatan Terus Berlanjut

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 02 Juli 2026 | 20:00 WIB
Pengaspalan salah satu jalan di Aceh. (BeritaNasional/KemenPU)
Pengaspalan salah satu jalan di Aceh. (BeritaNasional/KemenPU)

BeritaNasional.com -  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh, melalui penanganan permanen pada puluhan ruas jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi konektivitas masyarakat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan akses transportasi kembali aman, lancar, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi serta mobilitas warga di berbagai wilayah.

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU saat ini menangani secara permanen 20 lokasi di koridor Lintas Barat dan Lintas Timur Aceh yang terdiri atas 15 ruas jalan dan lima jembatan.

Di sejumlah ruas, pekerjaan dilakukan pada lebih dari satu titik kerusakan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Selain itu, penanganan permanen juga dilaksanakan pada 16 lokasi di Lintas Tengah Aceh yang mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi jalan maupun jembatan, penanganan lereng, perlindungan tebing sungai, pekerjaan struktur, hingga berbagai pekerjaan pendukung lainnya.

Menteri PU Dody Hanggodo memastikan proses pemulihan infrastruktur pascabencana terus berjalan dengan progres yang positif dan berbagai langkah percepatan menuju pemulihan permanen juga terus dilakukan.

“Jalan nasional sudah kembali fungsional 100% dan penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan daerah yang masih bersifat temporer akan dipercepat agar konektivitas pulih sepenuhnya. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan seluruh pihak terkait agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terintegrasi,” terangnya. 

Di koridor Lintas Timur, penanganan dilakukan pada 17 lokasi yang meliputi 13 ruas jalan nasional dan empat jembatan, di antaranya: 

1. Beureunuen – Bts. Pidie Jaya/Pidie

2. Bts. Pidie Jaya/Pidie – Meureudu

3. Meureudu – Bts. Pidie Jaya/Bireuen

4. Bts. Pidie Jaya/Bireuen – Kota Bireuen

5. Peureulak – Bts. Kota Langsa/Aceh Timur

6. Bts. Kota Langsa/Aceh Timur – Kota Langsa

7. Bts. Kota Langsa/Aceh Tamiang – Kota Kuala Simpang

8. Jln. Ir. Juanda (Kuala Simpang)

9. Jln. Cut Nyak Dhien (Kuala Simpang)

10. Jln. Iskandar Muda (Kuala Simpang)

11. Jln. Mayjen Sutoyo (Kuala Simpang)

12. Jln. Ade Irma Suryani (Kuala Simpang)

13. Kota Kuala Simpang - Bts. Provinsi Sumut

14. Jembatan Krueng Meureudu

15. Jembatan Krueng Tingkeum

16. Jembatan Pante Lhong

17. Jembatan Ulee Langa

Sedangkan di Lintas Barat, pekerjaan difokuskan pada tiga lokasi yang meliputi 

1. Ruas Jalan Genting Gerbang – Celala – Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya

2. Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhokseumot – Jeuram

3. Jembatan Krueng Beutong

Sementara itu, di Lintas Tengah Aceh, penanganan mencakup 16 lokasi yang tersebar mulai dari wilayah Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara hingga Bener Meriah.

Pekerjaan yang dilaksanakan selain memperbaiki badan jalan dan jembatan, namun juga melaksanakan penguatan lereng dan tebing sungai untuk minimalkan risiko.

Salah satu progres penanganan permanen Lintas Tengah Aceh pada Jembatan Lawe Mengkudu I yang terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga 28 Juni 2026, pekerjaan telah mencapai 83,72 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Juli 2026.

Penanganan permanen dilakukan dengan membongkar jembatan lama yang terdampak bencana dan menggantinya dengan jembatan baru yang lebih aman, serta mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: