SKKL Rising 8 Resmi Beroperasi, Perkuat Konektivitas Digital Indonesia
BeritaNasional.com - PT Ketrosden Triasmitra Tbk dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) resmi mengoperasikan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 setelah berhasil menyelesaikan pembangunan jaringan tersebut pada Mei 2026. Peresmian operasional dilakukan dalam sebuah seremoni yang dihadiri para pelaku industri telekomunikasi, Rabu (17/6/2026).
Direktur Utama dan CEO PT Ketrosden Triasmitra Tbk, Titus Dondi Patria, mengatakan segmen pertama yang telah selesai dibangun menghubungkan Jakarta dan Batam. Sementara itu, segmen lanjutan yang menghubungkan Batam dengan Singapura akan menjadi proyek berikutnya.
Menurutnya, sistem tersebut telah melewati proses pengujian dan commissioning sehingga siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas digital di Indonesia.
Rising 8 merupakan sistem kabel laut sepanjang 1.128,5 kilometer yang menghubungkan Jakarta melalui Tanjung Pakis dengan Batam di Tanjung Bemban dan akan diperluas hingga Singapura. Infrastruktur ini menggunakan teknologi repeatered system dan ditujukan bagi operator telekomunikasi maupun perusahaan yang membutuhkan jalur konektivitas berkualitas tinggi.
Kehadiran Rising 8 menambah pilihan jalur konektivitas pada koridor Indonesia-Singapura yang menjadi salah satu rute digital tersibuk di Asia Tenggara. Jalur alternatif tersebut dinilai penting untuk mendukung redundansi jaringan serta menjaga kontinuitas layanan, khususnya bagi perusahaan dan operator yang mengandalkan aplikasi kritis dalam operasionalnya.
"Rising 8 kini sudah ready for service. Kami yakin Rising 8 akan jadi pilihan yang solid bagi pelanggan yang membutuhkan koneksi andal baik di dalam maupun ke luar negeri. Ini merupakan hasil kerja sama tim selama beberapa tahun terakhir, yang di mulai dari perencanaan, penggelaran, hingga testing dan commissioning,” ujar Titus, Kamis (18/6/2026).
Ia menambahkan keberhasilan proyek tersebut menjadi pencapaian penting bagi perusahaan karena untuk pertama kalinya Triasmitra melakukan penggelaran SKKL secara mandiri.
“Dan pada proyek Rising 8 inilah untuk pertama kalinya kami melakukan penggelaran SKKL secara mandiri dari sejak perizinan, penggunaan kapal, sampai tenaga ahlinya. Sehingga kami sangat percaya diri untuk menggarap proyek-proyek penggelaran SKKL berikutnya,” tambahnya.
Dalam pembangunannya, Rising 8 menggunakan kabel bawah laut produksi Prysmian Group melalui fasilitas manufakturnya, Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW) di Jerman. Sistem tersebut juga dilengkapi repeater berkualitas tinggi yang dirancang mendukung kapasitas minimum hingga 400 Tbps.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem konektivitas, Rising 8 terintegrasi dengan Nusantara Data Center (NDC) milik MoraRepublic yang berada di Tanjung Bemban, Batam. Fasilitas tersebut telah mengantongi sertifikasi Tier-3 dari American National Standard Institute/Telecommunications Industry Association.
Selain itu, titik pendaratan utama Rising 8 di Jakarta juga didukung Cable Landing Station dan Data Center milik Triasmitra di Tanjung Pakis yang memiliki spesifikasi Tier-3 concurrently maintainable. Dengan spesifikasi tersebut, proses pemeliharaan infrastruktur dapat dilakukan tanpa mengganggu layanan yang sedang berjalan.
Direktur Utama dan CEO PT Ekamas Mora Republik Tbk, Timotius Max Sulaiman, menilai penyelesaian segmen Jakarta-Batam menjadi tonggak penting dalam pembangunan infrastruktur digital nasional.
“Infrastruktur telekomunikasi yang kuat tidak hanya meningkatkan kualitas konektivitas, tetapi juga menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi digital dan percepatan pemerataan akses digital di Indonesia, sehingga memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan dunia usaha di berbagai wilayah. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional,” ujarnya.
Rising 8 diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan digital bagi masyarakat. Dengan kapasitas besar yang dimiliki, berbagai aktivitas seperti transaksi perbankan, belanja daring, pembelajaran jarak jauh, hingga bekerja dan berkomunikasi dari rumah dapat berlangsung lebih lancar dengan risiko gangguan konektivitas yang lebih rendah.
Jalur baru tersebut juga melengkapi ekosistem konektivitas yang sudah ada dengan menghadirkan keragaman rute lalu lintas data Indonesia-Singapura. Bagi operator telekomunikasi, Rising 8 dapat dimanfaatkan sebagai jalur cadangan maupun pembagi beban jaringan. Sementara bagi perusahaan, ketersediaan jalur ganda dinilai mampu mengurangi risiko downtime yang dapat mengganggu aktivitas bisnis.
Adapun target pasar Rising 8 mencakup operator telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP), penyedia konten digital, serta perusahaan dengan kebutuhan bandwidth tinggi seperti sektor jasa keuangan, penyedia layanan cloud, dan operator pusat data.
Dengan beroperasinya Rising 8, Triasmitra dan MoraRepublic optimistis dapat memperkuat posisi di pasar konektivitas internasional. Kedua perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya kebutuhan bandwidth di koridor Indonesia-Singapura yang didorong oleh ekspansi layanan cloud, digitalisasi perusahaan, dan pertumbuhan ekonomi digital.
Kehadiran Rising 8 diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga mempercepat pemerataan akses digital, meningkatkan daya saing ekonomi nasional, serta mendukung terbentuknya ekosistem digital Indonesia yang semakin terintegrasi dan inklusif.
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







