Pemerintah Genjot Ekspansi Jalur Kereta, Dukung Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:00 WIB
Menhub Dudy Purwagandhi saat di DPR. (BeritaNasional/ Elvis)
Menhub Dudy Purwagandhi saat di DPR. (BeritaNasional/ Elvis)

BeritaNasional.com - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memastikan pembangunan jaringan kereta api nasional terus dipercepat guna memperkuat konektivitas antardaerah, meningkatkan efisiensi transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

“Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perkeretaapian sebagai fondasi masyarakat modern dan salah satu ciri negara maju,” kata Menhub dikutip dari Antara, Sabtu (13/6/2026).

Dudy menjelaskan, pengembangan jaringan perkeretaapian dilakukan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat sistem logistik nasional, serta menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan biaya distribusi barang dan mengurangi beban transportasi jalan raya.

Menurutnya, pembangunan jaringan kereta api nasional tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga bertujuan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui peningkatan aksesibilitas, efisiensi biaya logistik, serta terbukanya peluang ekonomi di berbagai daerah.

Kementerian Perhubungan mencatat jumlah penumpang kereta api terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, jumlah pengguna kereta api meningkat 8,8 persen menjadi hampir 550 juta penumpang dibandingkan 500,5 juta penumpang pada 2024.

“Peningkatan ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel,” ucap Menhub.

Saat ini, jaringan kereta api aktif nasional telah mencapai 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Pemerintah menargetkan pengembangan jaringan perkeretaapian hingga mencapai 10.524 kilometer, termasuk jaringan kereta perkotaan yang menjadi penopang utama mobilitas masyarakat.

Pengembangan jaringan tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Di Sumatera, perkeretaapian diarahkan untuk mendukung angkutan barang dan mobilitas masyarakat. Sementara itu, di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, pengembangan difokuskan untuk memperkuat distribusi komoditas unggulan serta mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Sejumlah proyek strategis yang tengah didorong pemerintah meliputi pembangunan jaringan kereta api Trans Sumatera, pengembangan kereta api logistik di Kalimantan, penyelesaian pengoperasian Kereta Api Makassar-Parepare, serta pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai wilayah.

Di Pulau Jawa, pengembangan juga mencakup peningkatan kapasitas layanan perkotaan, elektrifikasi jalur, serta pengembangan jaringan kereta semi cepat dan kereta cepat.

Dudy mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan rencana pengembangan kereta logistik, kereta wisata, dan jaringan perkeretaapian di Pulau Sumatera kepada Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (11/6/2026).

Kereta logistik diarahkan untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang dan mengurangi beban jalan raya, sedangkan kereta wisata diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi di berbagai daerah.

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga melaporkan program pelayanan gerbong kereta bagi petani dan pedagang yang telah berjalan di sejumlah daerah.

“Program ini sudah berjalan dan disambut dengan baik oleh masyarakat, pelayanan gerbong ini dihadirkan di Lebak, Garut, Cilacap, Jogya, Solo, Semarang, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi,” jelas Menhub.

Dudy menilai penguatan jaringan perkeretaapian akan mendukung pemerataan pembangunan melalui konektivitas yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, kawasan pertanian, pelabuhan, bandara, hingga destinasi pariwisata. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati akses transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau.

Ia juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator, serta seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan perkeretaapian nasional dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.

Melalui pengembangan jaringan kereta api nasional, Dudy optimistis perkeretaapian akan semakin berperan sebagai tulang punggung transportasi massal dan logistik Indonesia.

“Kehadiran jaringan rel yang semakin luas diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat daya saing nasional, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan terhubung,” kata Dudy.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: