Rakyat Venezuela Protes Keras Ancaman AS dan Dukung Maduro

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Kamis, 27 November 2025 | 03:30 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Foto/X Nicolas Maduro)
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Foto/X Nicolas Maduro)

BeritaNasional.com - Ribuan orang turun ke jalan-jalan di Venezuela untuk memprotes ancaman AS yang semakin meningkat terhadap negara itu. Mereka juga menunjukkan dukungan bagi Presiden Nicolas Maduro.

Di Ibu Kota Caracas, para demonstran memenuhi jalan-jalan selama Pawai Bendera dan Pedang Pembebasan Simon Bolivar, dengan membawa bendera Venezuela berukuran besar dan mengecam penambahan militer AS di Karibia.

Para peserta mengecam pengerahan pasukan tersebut sebagai "ancaman dan serangan," sementara banyak yang berbaris dengan foto-foto Maduro dan meneriakkan slogan-slogan pro-pemerintah.

Para petugas polisi, tentara, anggota milisi, dan sejumlah besar warga sipil bergabung dalam pawai tersebut, yang menurut penyelenggara bertujuan untuk menunjukkan persatuan melawan potensi intervensi AS.

Berjalan bersama para demonstran, Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello mengatakan, rakyat Venezuela makin bersatu setiap hari. "Kami bertekad untuk mempertahankan kebebasan mereka."

Cabello memperingatkan, negara itu akan melindungi dirinya sendiri dengan segala cara yang tersedia.

"Akhir-akhir ini, ancaman imperialisme dan serangan oleh mereka yang merasa menguasai dunia telah meningkat. Niat mereka adalah untuk merebut sumber daya alam Venezuela,” ujar Cabello.

Aksi protes tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah AS menetapkan Cartel de los Soles—sebuah jaringan kriminal yang diklaim Washington diarahkan oleh Maduro dan pejabat senior Venezuela—sebagai organisasi teroris asing.

Pemerintah Venezuela mengecam langkah tersebut, menyebutnya sebagai upaya menciptakan dalih untuk intervensi.

Para pejabat AS juga telah mengerahkan USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia, beserta gugus tugasnya ke kawasan Amerika Latin, dan menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari operasi antinarkotika internasional.

Maduro menanggapinya dengan mengumumkan mobilisasi 4,5 juta anggota milisi di seluruh negeri, dan mengatakan Venezuela siap menangkal serangan apa pun.


Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: