Viral Petugas KAI Dipecat karena Tumbler Rp300 Ribu, Begini Kronologinya
BeritaNasional.com - Viral unggahan di media sosial (medsos) Threads yang menyoroti pelayanan petugas PT KAI Commuter dan berujung pada pemecatan petugas KAI karena hilangnya tumbler milik penumpang. Penumpang bernama Anita Dewi membagikan pengalaman kurang menyenangkan setelah tumbler TUKU senilai Rp300 ribu miliknya hilang dalam sebuah cooler bag atau tas pendingin, meski cooler bag yang tertinggal di KRL itu berhasil ditemukan dan dikembalikan.
Seperti apa kisah lengkapnya? Berikut adalah kronologi hilangnya tumbler TUKU yang membuat seorang petugas KAI dipecat, yang dihimpun BeritaNasional dari unggahan Threads, Kamis (27/11/2025).
Kronologi Tumbler TUKU
Peristiwa tersebut berawal pada Senin (24/11/2025) malam, ketika Anita pulang kerja menggunakan Commuter Line rute Tanah Abang – Rangkas Bitung sekitar pukul 19.00. Ia turun di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan sekitar pukul 19.40 dan baru menyadari bahwa cooler bag miliknya tertinggal di rak bagasi gerbong khusus wanita.
"TUMBLER TUKU-ku GONE ATAS KE-TIDAK TANGGUNG JAWAB PETUGAS PT KAI @commuterline. Jadi ceritanya gini. Disclaimer aku minta maaf juga sebelumnya karena faktor lupa, jadi ketinggalan coolerbag-ku di bagasi kereta," tulisnya mengawali cerita.
Menurut ceritanya di medsos, Anita segera melapor kepada petugas keamanan dan pihak petugas meminta nomor Anita yang bisa dihubungi.
“Aku langsung lapor petugas (security), menjelaskan posisi cooler bag itu di gerbong wanita. Security langsung melaporkan kejadian ini dan meminta nomor yang bisa dihubungi,” tulisnya.
Setelah ditelusuri, petugas berhasil menemukan cooler bag milik Anita dan memintanya untuk mengambil barang tersebut di Stasiun Rangkas Bitung. Merasa keberatan, Anita meminta agar cooler bag dapat dikirim kembali ke Stasiun Rawa Buntu namun, petugas menyatakan prosedur tersebut tidak memungkinkan.
“Barangku berupa cooler bag dan isinya difoto oleh petugas. Security di Stasiun Rawa Buntu bilang aku bisa mengambilnya di Stasiun Rangkas Bitung,” ungkap Anita.
Keesokan harinya pada Selasa (25/11/2025), Anita bersama suaminya, Alvin pergi ke Stasiun Rangkas Bitung, Banten untuk mengambil barang. Namun mereka terkejut ketika mendapati tumbler TUKU di dalam cooler bag sudah hilang. Padahal saat ditemukan sebelumnya, tumbler itu masih terlihat di dalam cooler bag.
“Pas dibuka ada yang hilang! TUMBLER TUKU-ku TIDAK ADA, kecewa,” kata Anita.
Petugas menyatakan tidak mengetahui kapan tumbler tersebut hilang, dan menjelaskan bahwa mereka tidak memeriksa isi cooler bag saat serah terima dengan pihak petugas pengawalan kereta api (Walka). Anita dan suaminya mengecek langsung ke ruang Walka, namun hasilnya tetap nihil.
“Aku dan suami sudah mengecek ruangan Walka, tapi tetap tidak ada,” tutupnya.
Tolak Tumblernya Diganti Petugas KAI
Berikut rangkuman percakapan suami Anita (Alvin) dengan salah satu petugas KAI, Argi saat menanyakan keberadaan tumbler. Disinyalir bahwa chat ini pula yang menyebabkan Argi kehilangan pekerjaannya.
Suami Anita, Alvin menanyakan kepada Argi apakah cooler bag tersebut sudah dibuka sebelum diserahkan. Argi mengaku tidak membukanya saat menyerahkan itu ke Walka.
"Pak, saat serah terima dari security Walka, kami tidak membuka atau memeriksa isi tas. Kami hanya menerima sesuai prosedur," kata Argi.
Kemudian, Alvin meminta untuk dilakukan pengecekan kamera CCTV untuk mengetahui siapa yang menyentuh barangnya itu.
"Baik. Bisa dicek CCTV atau ditelusuri siapa yang menyentuh barang tersebut?" tanya Alvin.
Namun, Argi menjawab bahwa untuk pengecekan CCTV harus disertai dengan surat kehilangan dari kepolisian, sebagaimana SOP yang ditetapkan oleh kantor pusat.
"Untuk pengecekan CCTV harus ada surat kehilangan dari kepolisian, Pak. Kami harus mengikuti SOP pusat. Kalau sudah ada suratnya, proses bisa dilanjutkan, tapi tetap memerlukan waktu,"
Argi pun mengaku sudah mendapat teguran dari staff dan pihak manajemen, karena kasus kehilangan ini. Padahal, ia pun telah berusaha untuk mencari di mana keberadaan tumbler tersebut.
"karna kehilangan barang bapak pun saya dapat teguran dari staff dan manajamen yang lain.. tapi pak dari kemarin saya sudah semaksimal mungkin untuk
mencoba dan mencari dimna barang tersebut terjadi kehilangannya namun hasilnya tetap nihil," kata Argi.
Tetap tak terima, Alvin meminta agar Argi memprosesnya sesuai dengan SOP KAI, jika Argi yakin bahwa kondisi barang itu tetap utuh saat diterima.
"Silahkan di proses saja sesuai SOP PT KAI nya mas. Saya tunggu konfirmasinya lagi. Kalo mas yakin terima dalam kondisi utuh tidak di apa"in cooler bag tsb,
mas fight ikutin aturan yg ada," tulis Alvin.
Menurut Argi, ia sangat yakin kalau saat menerima tas kondisinya ringan. Namun ia mengaku akan bertanggung jawab dengan mengganti tumbler yang baru.
"Saya sangat yakin pak kondisinya memang pada saat saya pegang pun ringan tapi tidak saya cek... jadi pak untuk letak kelalaian dan kesalahan saya karna tidak saya cek. ini kesalahan sayaa dikarenakan tidak di cek terlebih dahulu, saya akan tanggung jawab dengan mengganti barang tsb pak," tulis Argi.
Sayangnya, pihak Anita dan Alvin tidak menerima penawaran Argi hingga berujung pada viralnya unggahan tersebut, dan membuat Argi dipecat dari pekerjaannya.
(Rep/Shafira)
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 19 jam yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 18 jam yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu







