TNI AU Alami Kendala Cuaca saat Kirim Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumut
BeritaNasional.com - TNI Angkatan Udara (AU) sampai saat ini masih berupaya untuk mengirimkan bantuan ke beberapa titik terdampak akibat musibah bencana alam banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Demikian disampaikan Asisten Teritorial Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Muda, Palito Sitorus bahwa proses pengiriman bantuan ini turut dipimpin Komandan Lanud Soewondo, Kolonel Nav Sonni Benny Simanjuntak.
“Jadi memang kondisi saat ini, maksudnya per hari kemarin kita sudah melaksanakan foto udara untuk melihat daerah-daerah mana yang mungkin bisa dijadikan tempat-tempat pengungsian dan lain sebagainya,” kata Palito kepada wartawan, Kamis (27/11/2025).
Namun, Palito mengakui jika sampai saat ini pasukan di lokasi masih memiliki tantangan terhadap cuaca. Sehingga, proses penurunan pasukan TNI AU masih belum bisa dilakukan.
“Ketika akan dilakukan bantuan, memang cuaca juga cukup tidak bersahabat ya, sehingga pasukan kita belum bisa di-drop,” ujar
Sehingga, Palito mengatakan untuk hari ini akan kembali dicoba pengiriman pasukan dan bantuan dari Medan. Dengan dibekali beberapa genset dan satelit untuk menjangkau jaringan komunikasi di wilayah terdampak.
“Nah kalau sudah ada di sana, sehingga pasukan yang di bawah bisa memberikan informasi kepada pasukan kita kira-kira apa yang dibutuhkan. Jadi saat ini mungkin pasukan pertamanya dulu, masuk dimasukkan ke sana,” tuturnya.
“Secara jelas saya belum tahu (berapa jumlah prajurit dikirim), tapi artinya mungkin itu akan dilihat dengan kemampuan pesawat helikopter kita ya. Mungkin pasukan awal dulu, Pasgat dulu lah yang untuk masuk ke sana,” sambung dia.
Sementara berdasarkan data yang dihimpun hingga Rabu, 26 November 2025, tercatat 65 kejadian bencana yang terdiri dari 38 peristiwa tanah longsor, 24 banjir, dua kasus pohon tumbang dan satu angin puting beliung.
Peristiwa ini tersebar di delapan kabupaten/kota meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Kota Gunung Sitoli, Humbang Hasundutan, dan Pakpak Bharat.
Bencana tersebut menyebabkan 29 korban, terdiri dari 12 orang meninggal dunia, 10 luka-luka serta 7 warga masih dalam pencarian. Sementara itu, sebanyak 2.543 rumah warga mengalami kerusakan, 445 orang terpaksa mengungsi, dan sejumlah akses jalan tertutup material longsor dan banjir dengan ketinggian air berkisar antara 70 cm hingga empat meter.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







