Kasus Alvaro Kiano: Polisi Bongkar Upaya Ayah Tiri Menghilangkan Jejak
BeritaNasional.com - Polisi kembali mengungkap tindakan Alex Iskandar alias AI (49), ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho (6), yang mencoba menutupi kejahatannya.
Rangkaian tindakan ini dilakukan setelah penculikan yang berujung pada pembunuhan terhadap Alvaro.
Tindakan pertama, AI sempat berencana mengubur Alvaro di wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor, menggunakan cangkul yang sudah ia bawa, sebelum akhirnya memutuskan membuang jenazahnya.
“Awalnya dia mau kuburkan, dia mau tanam, dia meminjam pacul juga, cangkul ya, meminjam cangkul,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan, Kamis (27/11/2025).
Namun niat itu dibatalkan setelah mendapati tanah di lokasi tersebut sangat keras. AI kemudian memilih membuang jenazah Alvaro di tumpukan sampah dekat sungai.
“Tapi karena tanahnya terlalu keras, akhirnya dia melakukan membuang mayat itu di daerah dekat sungai, di tumpukan sampah, di dekat jembatan itu,” tuturnya.
Tindakan kedua, sebulan setelah pembuangan jenazah, AI kembali ke Tenjo karena cemas sidik jarinya masih tertinggal di plastik pembungkus tubuh anak tirinya.
“Akhirnya dia meminta bantuan saksi kunci juga berinisial G itu membantu dia untuk mencari lagi, mengangkat mayat yang tadi, tapi dia bilang bahwa yang di dalam kantong plastik itu adalah bangkai anjing,” ujar Nicolas.
“Dia mengangkat itu dan selanjutnya dia membungkus lagi dengan dua plastik hitam lagi mayat tersebut dan selanjutnya dia buang,” sambungnya.
Di sisi lain, AI juga melakukan berbagai tindakan manipulatif dengan berpura-pura ikut mencari keberadaan Alvaro. Tanpa sepengetahuan pamannya, ia bahkan ikut membuat laporan ke Polsek Pesanggrahan.
“Jadi, sama-sama juga datang ke Polsek Pesanggrahan itu pada tanggal 7 Maret untuk membuat laporan polisi kehilangan atau terjadi kehilangan dan penculikan anak. Di awal dan dia ikut melapor,” ucapnya.
Sebagai informasi, AI menculik Alvaro Kiano pada 6 Maret 2025 karena kesal kepada istrinya ibu kandung korban yang diduga selingkuh. Setelah diculik, AI membekap Alvaro hingga meninggal karena kesal anak tersebut terus menangis.
Setelah memastikan Alvaro meninggal, AI memasukkan jasad korban ke dalam kantong plastik hitam dan membuangnya ke Kali Cirewed, Tenjo, Bogor, Jawa Barat, pada 9 Maret 2025.
Setelah serangkaian penyelidikan, fakta kejahatan AI akhirnya terungkap dan ia ditangkap pada Jumat (21/11/2025). Namun, AI memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di Ruang Konseling Polres Metro Jaksel pada Minggu (23/11/2025) dini hari.
Di sisi lain, terkait aksi bunuh diri AI, Propam saat ini tengah memeriksa dua personel polisi petugas piket untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian atau tidak.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






