Polri Kerahkan 1.030 Personel Bantu Penanganan 221 Bencana di Sumatera Utara

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 27 November 2025 | 18:10 WIB
Anggota Polri membantu penanganan bencana di Sumatera Utara. (Dok/Humas Polri)
Anggota Polri membantu penanganan bencana di Sumatera Utara. (Dok/Humas Polri)

BeritaNasional.com - Polri mengerahkan 1.030 personel dalam operasi kemanusiaan untuk menangani bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) sejak 24 hingga 27 November 2025.  

Seluruh personel yang dikerahkan memiliki tugas pembersihan akses jalan, evakuasi korban, operasi pencarian, pelayanan kesehatan, pemasangan jaringan komunikasi darurat Starlink, hingga pengaturan lalu lintas.

“Polri memaksimalkan seluruh kekuatan dari tingkat Polsek hingga Polda untuk menyelamatkan warga dan mempercepat penanganan di titik-titik terdampak,” kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keteranganya pada Kamis (27/11/2025).

Berdasarkan laporan terkini hingga Kamis pukul 12.30 WIB, total terdapat 221 kejadian bencana terdiri dari 119 longsor, 90 banjir, 10 pohon tumbang, dan 2 angin puting beliung. Peristiwa tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota.

Dampak bencana mengakibatkan 212 korban jiwa dengan perincian 43 meninggal dunia, 81 luka-luka, dan 88 masih dalam proses pencarian, serta 1.168 warga mengungsi.

“Fokus utama kami adalah evakuasi, pencarian korban, dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Pada skala kewilayahan, sejumlah polres mencatat dampak signifikan di antara; Polres Mandailing Natal menangani 12 kejadian dengan 400 pengungsi; Polres Padang Sidempuan mencatat 13 kejadian disertai 1 korban meninggal dan 120 pengungsi; Polres Pakpak Bharat menangani 24 kejadian longsor dengan 2 korban meninggal. 

Sementara itu, Polres Tapanuli Selatan mencatat 20 kejadian dengan 17 korban meninggal, 73 luka-luka, serta 500 pengungsi.

Polres Tapanuli Utara tercatat sebagai wilayah terdampak paling berat, dengan 54 kejadian, 41 korban meninggal, 31 hilang serta 134 pengungsi. 

Polres Sibolga juga melaporkan 11 kejadian longsor dengan 61 korban jiwa serta 47 orang masih hilang. Adapun Polres Langkat mencatat 27 kejadian dengan 750 pengungsi.

Hasil analisis situasi menunjukkan empat wilayah tambahan terdampak: Kabupaten Langkat, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Serdang Bedagai. Dua korban ditemukan selamat dalam kondisi luka di wilayah Tapanuli Selatan. 

Cuaca hingga kini masih didominasi hujan intensitas tinggi dengan potensi longsor susulan akibat curah hujan ekstrem beberapa hari terakhir.

Sebagai tindak lanjut, Polri akan mendatangkan helikopter BKO Mabes Polri untuk evakuasi udara dan distribusi logistik. 

Polri juga memperluas titik pengungsian bersama Pemerintah Daerah, mendirikan dapur umum, serta mengirim enam truk bantuan logistik ke Sibolga, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. 

“Kapolda Sumut bersama pejabat utama turut bergerak menuju lokasi terdampak untuk memimpin langsung operasi kemanusiaan,” jelas dia.

Dengan dukungan lintas satuan dan koordinasi dengan pemerintah daerah, Polri memastikan penanganan bencana dilakukan cepat, terukur, dan berkelanjutan untuk mempercepat pemulihan masyarakat.

“Kami mengajak pemerintah daerah, relawan, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Operasi kemanusiaan ini membutuhkan kolaborasi penuh,” tandasnya.

 sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: