Dua Negara Peringati 28 November: Albania dan Mauritania Rayakan Hari Kemerdekaan dari Cengkeraman Kolonialisme
BeritaNasional.com - Tanggal 28 November menjadi hari yang sangat berarti bagi dua negara di benua yang berbeda, yakni Albania di kawasan Balkan dan Mauritania di Afrika Barat. Meski terpisah jarak yang jauh serta memiliki perbedaan latar belakang budaya, keduanya memperingati hari kemerdekaan pada tanggal yang sama sebagai penghormatan atas perjalanan panjang menuju kebebasan dan pembentukan identitas nasional.
Seperti apa kisah perjuangan kedua negara ini? Berikut adalah kisah singkat perjuangan Albania dan Mauritania melawan kolonialisme hingga merdeka pada 28 November, yang dilansir dari berbagai sumber, Jumat (28/11/2025).
Sejarah Hari Kemerdekaan Albania 28 November
Masyarakat Albania, baik di Tanah Air maupun di komunitas diaspora, merayakan Hari Kemerdekaan Albania setiap 28 November. Tanggal ini menandai momen ketika Ismail Qemali memproklamasikan kemerdekaan Albania dari kekuasaan Ottoman pada 1912 dan mengibarkan bendera nasional di Vlora. Peristiwa itu sekaligus mengingatkan pada aksi bersejarah Skanderbeg, pahlawan nasional Albania, yang mengibarkan bendera yang sama di Kota Krujë pada 1443.
Pada abad ke-15, wilayah Albania berada di bawah dominasi Ottoman. Namun pada 1443, Skanderbeg yang sebelumnya merupakan bagian dari pasukan Ottoman memimpin gerakan perlawanan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Keberanian dan strategi militernya diyakini telah memperlambat ekspansi Ottoman ke wilayah Eropa Barat. Sayangnya, setelah ia wafat pada 1468, Albania kembali dikuasai Ottoman hingga awal abad ke-20.
Memasuki akhir abad ke-19, gelombang nasionalisme mulai tumbuh di berbagai negara Eropa Timur, termasuk Albania. Lemahnya Ottoman akibat Perang Balkan membuka jalan bagi bangsa Albania untuk menyatakan kemerdekaannya. Meski deklarasi sudah dilakukan, perjuangan diplomatis tetap harus ditempuh. Pada Konferensi London 1913, sebagian besar wilayah yang diklaim Albania justru dialihkan kepada negara tetangga seperti Serbia, Yunani, dan Montenegro.
Namun pertemuan selanjutnya pada 29 Juli 1913 menetapkan pembentukan Prinsipalitas Albania, meski keputusan tersebut membuat sekitar 40 persen etnis Albania berada di luar batas negara resmi mereka.
Sejarah Hari Kemerdekaan Mauritania 28 November
Sementara itu di Afrika Barat, Mauritania juga merayakan hari kemerdekaannya pada tanggal yang sama. 28 November dikenang sebagai hari ketika negara tersebut resmi bebas dari penjajahan Prancis pada 1960. Dikenal sebagai “negara gurun”, sebagian besar wilayah Mauritania merupakan bagian dari Gurun Sahara dan dihuni oleh masyarakat Arab-Berber serta Afrika Hitam dengan jumlah penduduk lebih dari 4,5 juta jiwa.
Negara ini memiliki sejarah panjang dan pernah menjadi pusat kekuatan Dinasti Almoravid, salah satu dinasti besar yang berpengaruh dalam penyebaran Islam hingga ke wilayah Spanyol pada masa pertengahan. Kondisi berubah ketika Prancis mencaplok Mauritania pada 1904, memicu berbagai masalah sosial termasuk praktik perbudakan dan ketidakadilan.
Setelah berada dalam cengkeraman kolonial selama puluhan tahun, Mauritania akhirnya merdeka pada 28 November 1960 dengan Moktar Ould Daddah sebagai kepala negara pertama. Meski meraih kemerdekaan, stabilitas politik belum sepenuhnya terwujud karena serangkaian kudeta militer yang terjadi hingga negara itu kembali ke pemerintahan sipil pada 2007.
Mauritania juga memiliki keragaman budaya yang kuat, dengan mayoritas penduduknya beragama Islam dan memiliki empat bahasa nasional yakni, Hassānīya, Pulaar, Soninke, dan Wolof,yang mencerminkan identitas masyarakatnya. Bahasa Prancis juga tetap digunakan sebagai bahasa resmi pasca kolonial.
Makna Peringatan 28 November bagi Albania dan Mauritania
Bagi kedua negara, peringatan 28 November merupakan kesempatan untuk merenungkan perjalanan sejarah mereka. Albania kembali mengingat perjuangan keras melawan kekuasaan Ottoman dan proses panjang menuju pengakuan internasional. Sementara itu, Mauritania mengenang perjuangan melawan kolonialisme dan perjalanan panjang menuju stabilitas politik.
Peringatan ini juga menjadi simbol tekad, kebanggaan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Albania dan Mauritania sama-sama menjadikan tanggal ini sebagai pengingat bahwa kemerdekaan adalah hasil dari pengorbanan masa lalu dan komitmen bersama untuk membangun negara yang lebih kuat dan sejahtera.
Demikian ulasan mengenai Albania dan Mauritania yang memperingati hari kemerdekaan yang sama pada 28 November, semoga artikel ini bermanfaat.
(Rep/Shafira)
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 23 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu






