Tindaklanjuti Instruksi Presiden, BMKG Perkuat Mitigasi dan Operasi Modifikasi Cuaca di Wilayah Terdampak

Oleh: Harits Tryan
Minggu, 30 November 2025 | 09:35 WIB
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani (tengah). (Foto/BMKG)
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani (tengah). (Foto/BMKG)

BeritaNasional.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kejadian ini menjadi duka bagi seluruh insan BMKG mengingat dampak besar yang dialami masyarakat di wilayah terdampak.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa pihaknya terus bergerak memberikan peringatan dini serta mendukung proses penanganan pascabencana. Ia menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penanganan bencana yang cepat, tepat sasaran, dan memastikan perlindungan dasar bagi warga terdampak.

“Doa dan empati kami tujukan kepada keluarga yang kehilangan, serta kepada seluruh warga yang masih menghadapi dampak langsung di lapangan. Kami berkomitmen mendukung operasi tanggap darurat, termasuk penyediaan peringatan dini, analisis risiko cuaca ekstrem, serta dukungan teknis bagi kelancaran pengiriman bantuan dan perlindungan petugas di lapangan,” kata Faisal dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).

Sebagai lembaga yang memegang mandat penyedia informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika, BMKG menjadi bagian penting dalam kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk mengantisipasi dan menangani bencana yang tengah berlangsung. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga telah dilakukan guna mempercepat proses penanganan pascabencana melalui pemberian informasi cuaca ekstrem secara berkala di wilayah terdampak.

Dalam operasi tanggap darurat ini, seluruh sumber daya BMKG baik di tingkat pusat maupun daerah dikerahkan untuk memastikan data dan informasi kritis dapat tersampaikan secara cepat dan akurat. Unit operasional dioptimalkan agar informasi tersebut dapat langsung dimanfaatkan oleh para pengambil keputusan di lapangan.

“Upaya ini merupakan bagian dari kontribusi BMKG dalam memastikan respons nasional berjalan efektif dan terkoordinasi,” lanjut Faisal.

Untuk memastikan efektivitas operasi tanggap darurat, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dijadwalkan mengunjungi Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Kualanamu, Medan, guna memimpin supervisi langsung di lapangan. OMC, yang dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menjadi langkah penting dalam mengurangi potensi hujan deras dan cuaca ekstrem di wilayah terdampak.

“Fokus utama OMC kali ini adalah mengurangi intensitas hujan di wilayah terdampak bencana. Harapannya OMC dapat dilaksanakan secara tepat waktu dan tepat sasaran, sebagai bentuk upaya-upaya mitigasi dan penanggulangan bencana,” ujar Faisal.

BMKG menegaskan bahwa pemantauan intensif serta pembaruan informasi akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh terhadap rangkaian penanganan bencana. Lembaga tersebut juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak baik pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, BNPB, Basarnas, relawan, dunia usaha, hingga masyarakat yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam upaya penanggulangan bencana. Kolaborasi ini dinilai menjadi fondasi penting dalam mempercepat pemulihan dan memastikan keselamatan warga.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: