Perjuangkan Hak Refund, Konsumen Konser Day6 Ngaku Diancam Mecima Pro
BeritaNasional.com - Selain memperjuangkan hak mereka untuk mendapatkan refund atau pengembalian dana kepada promotor Mecima Pro atas tiket Konser Day6 Forever Young Jakarta yang batal mereka nikmati, konsumen yang tergabung dalam My Day Berserikat juga mengaku diancam oleh pihak Mecima Pro.
Atas ancaman atau intimidasi yang dialami, mereka pun meminta perlindungan data pribadi 1.089 konsumen kepada Pimpinan dan Anggota Komisi VI DPR.
"Kami minta ada perlindungan data pribadi konsumen, Mecima Pro menggunakan data pribadi konsumen untuk melakukan ancaman atau intimidasi tuntutan refund ini tidak dilanjut," keluh perwakilan konsumen dari My Day Berserikat Aliefya Kamila Bilqis di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Aliefya menegaskan bahwa kedatangan mereka di DPR hanya untuk memperjuangkan hak mereka atas refund tiket yang telah mereka bayarkan.
"Kami perwakilan konsumen konser Day6, My Day Berserikat untuk memperjuangkan hak kami untuk refund," ujarnya.
Aliefya menceritakan, awalnya Mecima Pro menjanjikan refund pada tanggal 14-18 April 2025, lalu kemudian ada perubahan timeline pengembalian dana pada konsumen. Semua informasi pun tidak selalu disampaikan langsung Mecima Pro ke konsumen lewat email, terkadang melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Hingga 2 Desember 2025, dia mengungkap bahwa masih ada tunggakan refund Rp4.670.350.000 dari total yang diajukan Rp5.594.850.000. Sementara yang direfund baru 500 konsumen dan tersisa 1.089. Dan Mecima Pro pun mengklaim data refund yang berbeda.
"Klaim (Mecima Pro) ke Kemendag 47% sudah diselesaikan, data yang kami punya 23% baru terselesaikan dari keseluruhan totalnya," ungkapnya.
Oleh karena itu, Aliefya menegaskan bahwa MayDay Berserikat mengajukan tuntutan pada penyelenggara yakni Mecima Pro untuk kepastian refund.
Apalagi, kata dia, alasan venue konser dipindah Mecima Pro karena akan digunakan laga Persija vs Semen Padang yang pada akhirnya pertandingan itu dipindah ke Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat.
"Jadwal bola itu (biasanya) sudah ada pada musim awal," imbuhnya.
Selain itu, dia mengungkap bahwa pada Juli 2025 lalu pihak Mecima Pro juga sempat menawarkan refund dalam bentuk voucher yang kemudian mereka tolak.
"Kami sangat menolak opsi tersebut, apa yang kami bayar seharusnya itu yang kembali pada kami," tegas Aliefya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







