Ini Bahaya Kekurangan Vitamin D pada Anak
BeritaNasional.com - Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro, dr Caesar Pronocitro, Sp.A, M.Sc memperingatkan masih tingginya risiko defisiensi atau kekurangan vitamin D pada anak yang dapat berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan, sistem imun, hingga fungsi kognitif.
Ia mengatakan, sebenarnya cadangan vitamin D pada bayi sejak lahir relatif terbatas.
“Saat lahir, bayi hanya mendapat 50–60 persen simpanan vitamin dari ibu. Jika ibu mengalami kekurangan vitamin D, maka asupan untuk anak juga akan berkurang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bayi berusia 0–6 bulan merupakan kelompok paling rentan mengalami kekurangan vitamin D.
“Pada usia ini asupan masih terbatas pada ASI eksklusif, sementara kadar vitamin D di dalam ASI belum cukup memenuhi kebutuhan bayi,” katanya.
Paparan sinar matahari pada bayi juga perlu dibatasi karena kulit yang masih tipis berisiko mengalami dehidrasi dan iritasi.
Menurut Caesar, defisiensi vitamin D dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
“Kekurangan vitamin D pada anak dapat menyebabkan stunting, obesitas, autisme, alergi, dermatitis atopik, hingga penyakit tulang lunak dengan gejala kelemahan otot dan keterlambatan perkembangan motorik,” ujarnya.
Vitamin D berperan dalam penyerapan kalsium dan fosfor, pembentukan tulang, peningkatan daya tahan tubuh, serta mendukung perkembangan otak.
Faktor penyebab rendahnya kadar vitamin D pada anak antara lain minimnya paparan sinar matahari, gaya hidup sedentari, dan kurangnya konsumsi makanan kaya vitamin D.
“Bayi 0–12 bulan dianjurkan mendapat suplementasi vitamin D 400–600 IU per hari. Untuk anak lebih besar, kebutuhan dapat dipenuhi melalui ikan laut, keju, minyak ikan, jamur, atau suplementasi bila diperlukan,” jelasnya.
Defisiensi vitamin D pada ibu hamil juga memengaruhi tumbuh kembang janin. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSIA Bunda dan RSU Bunda Morula IVF Jakarta, dr Merry Amelya Puspita Sidabutar, Sp.OG, mengatakan kebutuhan vitamin D meningkat sejak program hamil hingga menyusui.
“Vitamin D memiliki peran esensial dalam mendukung sistem reproduksi dan kehamilan yang sehat. Maka dari itu, konsultasi rutin dan pemeriksaan kadar vitamin D menjadi langkah awal untuk memastikan kesehatan ibu dan janin,” ujarnya.
Sumber: Antara

EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







