Banjir dan Longsor di Bandung Barat, Akses Transportasi Terganggu di Beberapa Titik

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 05 Desember 2025 | 06:49 WIB
Ilustrasi banjir. (Foto/freepik)
Ilustrasi banjir. (Foto/freepik)

BeritaNasional.com - Cuaca buruk yang melanda Kabupaten Bandung Barat pada Kamis (4/12/2025) menyebabkan banjir bandang dan longsor di beberapa titik, termasuk berdampak pada tempat wisata dan lahan pertanian setempat.

Dikutip dari Antara, Jumat (5/12/2025) banjir bandang terjadi di aliran Sungai Cibitung, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, yang membuat Objek Wisata Lembah Curugan Gunung Putri terendam air bercampur lumpur. Selain itu, sekitar lima hektare lahan sawah garapan warga di sisi sungai juga ikut tergenang.

"Betul, ada luapan air ke objek wisata Lembah Curugan. Posisinya berada persis di tepi sungai, dan intensitas hujan tinggi membuat air cepat meluber hingga merendam area wisata," ujar Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Asep Sehabudin, saat dikonfirmasi.

Asep menjelaskan bahwa dampak banjir bandang terfokus pada area wisata dan lahan pertanian di sekitar sungai. "Objek wisata itu yang terendam. Untuk sawah, sebenarnya lahan tersebut sudah dibebaskan dan menjadi aset Indonesia Power (IP), tapi masih digarap oleh warga. Saat ini kami sedang mendata total luas area yang terdampak," kata Asep.

Meski demikian, BPBD memastikan luapan Sungai Cibitung tidak mengancam permukiman warga karena jaraknya relatif jauh dari tepian sungai. Masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena potensi bencana hidrometeorologi masih tinggi selama musim hujan.

Selain banjir bandang, cuaca ekstrem juga memicu longsor di Kecamatan Cililin dan Sindangkerta. Di Cililin, longsor menimbun badan jalan di Desa Nanggerang sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintas, sementara pengendara roda dua harus memaksakan diri melewati bahu jalan.

Longsor lainnya terjadi di Kampung Cigagak, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta, yang menutupi total badan jalan di lokasi tersebut, mengganggu akses transportasi masyarakat setempat.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: