Pulihkan Akses Medan-Banda Aceh, Aparat dan Warga Kerja 24 Jam Bangun 2 Jembatan Bailey di Bireuen

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 06 Desember 2025 | 14:57 WIB
Pulihkan akses Medan-Banda Aceh, aparat dan warga kerja 24 jam bangun 2 jembatan bailey di Bireuen. (Foto/BPMI Setpres)
Pulihkan akses Medan-Banda Aceh, aparat dan warga kerja 24 jam bangun 2 jembatan bailey di Bireuen. (Foto/BPMI Setpres)

BeritaNasional.com - Upaya percepatan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana terus dilakukan pemerintah melalui kolaborasi lintas instansi. Dua jembatan bailey tengah dipasang di area sungai Teupin Mane, Aceh Bireuen, yang menjadi salah satu titik kritis jalur darat penghubung Medan–Banda Aceh.

Pemasangan ini dilakukan oleh TNI AD, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta masyarakat setempat. Pemerintah pun menekankan pentingnya pemulihan cepat akses lintas provinsi tersebut.

“Pemasangan 2 jembatan bailey oleh TNI AD, Kementerian PU, dan masyarakat setempat, di sungai Teupin Mane, Aceh Bireuen,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melalui keterangan tertulis, Sabtu, (6/12/2025).

Teddy menjelaskan, jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kota Medan dengan Banda Aceh serta sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Jembatan bailey yang dipasang memiliki bobot sekitar 50 ton, berfungsi sebagai jembatan sementara namun dapat difungsikan sebagai jembatan permanen dalam kondisi darurat.

Teddy pun menyebut, percepatan pemasangan dilakukan sejak hari pertama TNI AD dan Kementerian PU turun ke lokasi. Bahkan merrka bekerja selama 24 jam nonstop dalam pengerjaannya.

“TNI AD dan Kementerian PU sejak awal bekerja secepat mungkin untuk memulihkan akses jalan utama lokasi terdampak. Pemasangan dilakukan bahu-membahu bersama masyarakat setempat, 24 jam nonstop setiap harinya untuk mengejar waktu penyelesaian,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kerusakan infrastruktur di sungai Teupin Mane terjadi akibat meluapnya aliran sungai yang kini mencapai lebar 180 m, jauh meningkat dari kondisi normal sekitar 100 m. Menurutnya, dengan pemasangan dua jembatan bailey ini pemerintah menargetkan akses logistik segera tersambung kembali. 

“Jembatan bailey ini diharapkan segera dapat difungsikan 2-3 hari ke depan sehingga jalur logistik darat dapat secepat mungkin terhubung,” jelasnya.

Teddy pun menegaskan, upaya pemulihan tidak hanya dilakukan di satu titik, tetapi juga di berbagai lokasi lain yang mengalami kerusakan serupa.

“Upaya pemulihan infrastruktur terus dipercepat melalui percepatan pemasangan jembatan bailey di beberapa lokasi terdampak," ujar Teddy.

Dengan kerja bersama seluruh unsur, pemerintah menargetkan mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan dapat kembali normal dalam waktu dekat, khususnya bagi wilayah-wilayah yang selama beberapa hari terakhir terisolasi akibat terputusnya jembatan utama.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: