Riset: Banyak Pengguna Masih Mengandalkan Password ‘12345’

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 09 Desember 2025 | 05:05 WIB
Ilustrasi remaja kecanduan menatap layar handphone. (Foto/Freepik)
Ilustrasi remaja kecanduan menatap layar handphone. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com -  Riset terbaru dari Kaspersky kembali menyoroti betapa rentannya sistem keamanan digital yang masih mengandalkan kata sandi tradisional.

Dalam temuan tersebut, mayoritas kata sandi yang berhasil diretas bukan hanya lemah sejak awal, tetapi juga tidak pernah diganti selama bertahun-tahun.

Kondisi ini membuat risiko kebocoran data semakin besar, menurut laporan Kaspersky, walaupun kata sandi masih menjadi cara autentikasi paling umum, efektivitasnya makin dipertanyakan.

Karena dibuat sendiri oleh pengguna, faktor kelalaian manusia sering membuat kata sandi justru menjadi titik terlemah dalam perlindungan akun.

Dalam penelitian terhadap kebocoran data besar selama 2023–2025, Kaspersky menemukan pola berulang yang membuat kata sandi mudah dibobol:

  1. Pengguna kerap menambahkan unsur yang mudah ditebak seperti angka urut, tanggal lahir, atau identitas pribadi.
  2. Misalnya, 10% kata sandi mengandung angka bernuansa tanggal (1990–2025).
  3. Lebih mengejutkan lagi, 0,5% kata sandi yang bocor berakhir dengan angka 2024 setara dengan satu dari setiap 200 kata sandi.
  4. Kombinasi yang terlalu populer seperti "12345", kata love, nama pengguna, hingga nama negara masih banyak digunakan, sehingga mempercepat proses brute-force.
  5. Lebih dari setengah kata sandi yang bocor pada 2025 ternyata pernah terlibat dalam pelanggaran data sebelumnya. Sebanyak 54% merupakan kata sandi lama, dan usia rata-rata kata sandi yang digunakan mencapai 3,5–4 tahun.

Temuan ini menunjukkan bahwa banyak pengguna tidak disiplin dalam mengganti kata sandi, meskipun berbagai insiden kebocoran data terus terjadi.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: