Studi: 68 Persen Kata Sandi Bisa Diretas dalam Sehari

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 08 Mei 2026 | 21:48 WIB
Remaja lakukan serangan siber (Foto/Pixabay)
Remaja lakukan serangan siber (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Penelitian terbaru Kaspersky mengungkap lemahnya keamanan kata sandi pengguna di era digital.

Dari analisis terhadap 231 juta kata sandi unik hasil kebocoran data periode 2023 hingga 2026, ditemukan bahwa 68 persen kata sandi modern bisa diretas hanya dalam waktu kurang dari satu hari.

Studi tersebut juga menunjukkan pola yang masih sering digunakan pengguna, seperti kebiasaan menambahkan angka di awal atau akhir kata sandi.

Pola ini dinilai membuat kata sandi lebih rentan terhadap serangan brute force. Selain itu, tren penggunaan kata-kata populer dan bernuansa positif juga meningkat, termasuk kata “Skibidi” yang tercatat naik hingga 36 kali lipat dalam beberapa tahun terakhir, mengikuti tren internet yang sedang viral.

Di sisi lain, meski banyak layanan kini mewajibkan kata sandi minimal 10 karakter dengan kombinasi huruf besar, angka, dan simbol, perusahaan keamanan siber ini menilai standar tersebut belum cukup kuat menghadapi metode serangan modern, termasuk yang berbasis kecerdasan buatan.

Para peneliti juga menemukan pola penggunaan simbol dan angka yang cenderung mudah ditebak. Tanda “@” muncul pada sekitar 10% kata sandi yang bocor, disusul titik (.) sebesar 3%. Sementara itu, 53% kata sandi berakhir dengan angka, 17% diawali angka, dan hampir 12% menggunakan pola angka menyerupai tanggal. Urutan keyboard seperti “1234” atau “qwerty” juga masih sering digunakan.

Alexey Antonov, Data Science Team Lead di Kaspersky, menilai kebiasaan tersebut justru mempermudah peretas. Menurutnya, posisi dan pola karakter yang mudah ditebak membuat proses peretasan jauh lebih cepat.

“Bruteforce bekerja secara sistematis mencoba setiap kemungkinan kombinasi karakter hingga kata sandi yang benar ditemukan. Ketika penyerang sudah mengetahui karakter mana yang cenderung disukai pengguna, waktu untuk meretas kata sandi akan berkurang drastis. Demi menghindari memilih simbol yang mudah ditebak, percayakan pembuatan kata sandi kepada generator khusus yang menghasilkan huruf, angka, dan simbol acak dengan probabilitas yang sama,” tutupnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: