Hampir Separuh Kasus Demensia Bisa Dicegah, Kuncinya Ada di Otot dan Gaya Hidup

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:00 WIB
Ilustrasi orang yang mengalami demensia. (Foto/Magnific)
Ilustrasi orang yang mengalami demensia. (Foto/Magnific)

BeritaNasional.com - Demensia atau pikun sering kali dianggap sebagai konsekuensi alami dari pertambahan usia. Namun, sebuah studi global terbaru yang dipimpin oleh para peneliti dari Australia membantah mitos tersebut. 

Hasil riset menunjukkan bahwa hampir separuh atau sekitar 45 persen kasus demensia sebenarnya bisa dicegah.

Kuncinya terletak pada perubahan faktor risiko yang dapat dimodifikasi, seperti rutin beraktivitas fisik, berhenti merokok, meningkatkan tingkat pendidikan, serta menjaga interaksi sosial agar tidak terisolasi.

Dalam studi yang memantau hampir 500 ribu orang dewasa selama lebih dari sepuluh tahun ini, tim peneliti dari Universitas Curtin menemukan fakta menarik mengenai komposisi tubuh.

Orang yang memiliki kombinasi antara kekuatan otot yang rendah dan lemak tubuh berlebih, kondisi yang dikenal sebagai obesitas sarkopenik, menghadapi risiko demensia yang jauh lebih tinggi.

Menariknya, kelebihan berat badan atau obesitas saja ternyata tidak otomatis meningkatkan risiko demensia asalkan kekuatan otot seseorang tetap terjaga dengan baik.

"Hingga 45 persen kasus demensia berkaitan erat dengan faktor-faktor yang bisa kita ubah, seperti gaya hidup, status kesehatan, dan lingkungan tempat kita tinggal," jelas Profesor Mario Siervo dari Sekolah Kesehatan Populasi Curtin dalam pernyataan resminya.

Demensia Bukan Takdir Penuaan

Profesor Blossom Stephan, salah seorang penulis studi tersebut, menyayangkan masih banyaknya kesalahpahaman di masyarakat yang menganggap demensia sebagai bagian tak terhindarkan dari proses penuaan.

Selain masalah pola pikir, hambatan nyata seperti keterbatasan waktu, biaya, dan kurangnya motivasi juga sering membuat orang enggan mengubah gaya hidup mereka menjadi lebih sehat.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah The Lancet Healthy Longevity ini juga mengevaluasi efektivitas program pencegahan demensia di delapan negara, termasuk Australia, China, dan Amerika Serikat.

Kampanye Saja Tidak Cukup, Butuh Pendekatan Personal

Para peneliti menemukan kampanye kesadaran berskala besar seperti iklan layanan masyarakat biasanya hanya mampu meningkatkan pengetahuan dasar, tetapi minim dalam mengubah perilaku nyata masyarakat.

Agar pencegahan demensia lebih efektif, studi ini merekomendasikan pendekatan yang lebih interaktif dan personal.

Pertama, penilaian risiko mandiri dengan melakukan pemeriksaan dini yang disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Kedua, edukasi daring yang interaktif. Program pelatihan kesehatan berbasis digital yang mudah diakses.

Ketiga, gerakan komunitas lokal. Inisiatif kesehatan yang digerakkan langsung oleh tokoh masyarakat atau figur lokal yang tepercaya.

Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat ini, upaya membangun massa otot dan menjaga gaya hidup sehat diharapkan bukan lagi sekadar wacana, melainkan menjadi tindakan nyata demi masa tua yang lebih sehat dan bebas demensia.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: