Swiss Cetak Sejarah Baru usai Tumbangkan Aljazair, Ndoye: Kami Siap Hadapi Siapa Pun
BeritaNasional.com - Swiss berhasil menghapus kutukan panjang dalam sejarah sepak bola mereka. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari tujuh dekade, The Nati akhirnya sukses memenangkan pertandingan di babak gugur Piala Dunia FIFA.
Kepastian ini didapat setelah Swiss menumbangkan Aljazair dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga yang digelar di bawah guyuran hujan di Vancouver, British Columbia. Dua gol kemenangan Swiss masing-masing dicetak oleh Breel Embolo dan Dan Ndoye.
Kemenangan ini menjadi sangat emosional. Terakhir kali Swiss memenangkan laga fase gugur di Piala Dunia adalah pada tahun 1954, sebuah era seluruh penggawa skuad Swiss saat ini bahkan belum lahir.
Dalam kurun waktu 72 tahun masa paceklik tersebut, Swiss sebenarnya mencatatkan banyak prestasi di bidang lain, mulai memenangkan Kontes Lagu Eurovision tiga kali, meraih medali emas Olimpiade, hingga melahirkan empat fisikawan peraih Nobel.
Namun, kemenangan di fase gugur turnamen sepak bola global selalu menjadi benteng yang gagal mereka tembus, hingga malam bersejarah di Vancouver mengubah segalanya.
"Rasanya luar biasa, sungguh luar biasa," ujar penyerang Swiss Dan Ndoye yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Jumat (3/7/2026).
"Kami telah menulis satu halaman sejarah baru untuk bangsa kami. Bukan hanya para pemain, seluruh masyarakat Swiss telah memimpikan momen ini. Kami tahu ini istimewa, tapi kami menginginkan lebih," tegas Ndoye.
Ketajaman lini serang Swiss di Amerika Utara memang tidak perlu diragukan. Dibantu performa gemilang talenta muda Johan Manzambi, Ndoye kini tercatat sebagai pemain kelima berbeda yang sukses mencetak gol untuk Swiss dalam empat laga pertama.
Selain ketajaman di depan, bek senior Manuel Akanji juga menyambut baik catatan clean sheet alias tidak kebobolan untuk pertama kalinya di turnamen ini.
"Kami bertahan dengan baik dan mencetak gol di waktu yang tepat. Sebagai bek, menjaga gawang tetap suci adalah kepuasan ekstra," kata Akanji.
"Aljazair bermain sangat baik, tetapi saya pikir kami mampu mengatasinya dengan kematangan pengalaman kami," tambahnya.
Skuad asuhan Murat Yakin kini diuntungkan karena tidak perlu berpindah kota. Setelah sebelumnya mengalahkan tuan rumah Kanada di laga pemungkas grup, mereka tetap menetap di Vancouver untuk mempersiapkan diri menghadapi babak 16 besar. Swiss kini tinggal menunggu pemenang antara Kolombia atau Ghana.
Bagi Ndoye, yang kebanjiran ratusan pesan ucapan selamat di ponselnya, keberhasilan ini adalah pembuktian bahwa Swiss tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
"Sejak kecil, saya selalu menonton tim-tim besar berlaga di panggung tertinggi. Kini, bisa mewakili negara saya di babak gugur rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan," tutur pemain berusia 25 tahun tersebut.
"Kami akan menghadapi siapa pun di pertandingan berikutnya, entah itu Kolombia atau Ghana. Kami akan melangkah selangkah demi selangkah, tetapi satu hal yang pasti. Kami siap menghadapi siapa pun dan ingin terus melaju," tandasnya.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 18 jam yang lalu
BUDAYA | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 18 jam yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu







