Banyak Kabel Semrawut, Pemprov DKI Imbau Warga Aktif Lapor

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 10 Desember 2025 | 17:31 WIB
Banyak kabel semrawut, Pemprov DKI imbau warga aktif lapor. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Banyak kabel semrawut, Pemprov DKI imbau warga aktif lapor. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat agar aktif melapor jika mengetahui atau menemukan jaringan kabel udara yang semrawut. Laporan tersebut dapat disampaikan melalui beberapa kanal, antara lain call center atau posko Dinas Bina Marga yang tersebar di wilayah setempat.

"Bisa lapor ke kontak 384-4444, itu call center Bina Marga DKI. Terus kita juga ada posko Bina Marga di seluruh wilayah," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Selain melalui kanal tersebut, kata Siti, warga juga dapat melaporkan permasalahan kabel udara di Jakarta melalui sistem Cepat Respons Masyarakat (CRM). Caranya, salah satunya yakni dengan menggunakan aplikasi JAKI.

Langkah pertama, mengunduh dan membuka aplikasi JAKI. Kemudian, ketuk ikon kamera pada bagian bawah layar beranda. Setelah itu, pilih jenis laporan secara privat atau publik. Selanjutnya, ambil gambar kabel udara yang ingin dilaporkan, lalu pilih kategori dan isi keterangan beserta lokasi secara rinci. Kemudian, tekan tombol kirim.

Siti menjelaskan, pihaknya secara rutin memeriksa laporan CRM untuk ditindaklanjuti dengan menerjunkan petugas ke lokasi kejadian.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta bersama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) menggencarkan program relokasi kabel udara ke bawah tanah. Siti mengatakan, program tersebut bertujuan menanggulangi permasalahan kabel semrawut yang kerap menjuntai hingga ke badan jalan.

"Itu kan berbahaya bagi pengendara, pengguna jalan. Selain itu, kan untuk kerapian juga, estetika," ujar Siti, Rabu (10/12/2025).

Dinas Bina Marga DKI pun turut melibatkan Apjatel mengingat kehadiran operator pemilik kabel dibutuhkan dalam pelaksanaan program tersebut.

"Memang program itu kan melibatkan operator yang punya jaringan utilitas di situ. Jadi, kabel udara itu ada, diturunkan ke bawah tanah, untuk menata supaya enggak ada kabel semrawut," terangnya.

Siti pun memastikan program yang telah berjalan sejak beberapa waktu lalu itu tidak akan memutus atau mengganggu jaringan telekomunikasi.

"Apjatel ini yang relokasi ke bawah tanah, Bina Marga yang potong kabelnya. Jadi sebelum dipindah ke bawah, yang di atas tetap nyala jaringannya. Terus habis yang di bawah rampung, jaringannya hidup, baru yang atas (di udara) dipotong," tambah Siti.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: