Rentetan Bencana di Sumatera Disebut Akibat Korupsi SDA yang Mengakar

Oleh: Panji Septo R
Rabu, 10 Desember 2025 | 22:04 WIB
Akses jalan di Aceh mulai pulih, warga bisa melewati jalan yang masih berlumpur. (BeritaNasional/BNPB)
Akses jalan di Aceh mulai pulih, warga bisa melewati jalan yang masih berlumpur. (BeritaNasional/BNPB)

BeritaNasional.com - Eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Praswad Nugraha menilai rentetan bencana di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat sebagai bukti konkret kegagalan pengawasan.

Menurut mantan Ketua IM57+ tersebut, kegagalan itu muncul karena korupsi yang merambat dalam jaringan luas sektor kehutanan dan lingkungan.

Praswad menyebut praktik uang pelicin telah menjadikan aturan perlindungan lingkungan sebatas dokumen tanpa kekuatan.

“Praktik uang pelicin untuk melancarkan izin atau menghindari sanksi membuat aturan perlindungan lingkungan hanya menjadi formalitas di atas kertas,” ujar Praswad kepada Beritanasional.com, Rabu (10/12/2025).

Menurutnya, jaringan korupsi melibatkan pejabat daerah, penegak hukum, hingga pengusaha.

Ia mengatakan relasi kepentingan dalam jaringan tersebut menciptakan hambatan serius bagi pengawasan yang seharusnya melindungi hutan dan tata ruang.

Kerusakan masif yang terlihat dari hilangnya tutupan hutan, alih fungsi kawasan, serta maraknya pertambangan ilegal disebut Praswad sebagai bukti nyata dari proses yang dibiarkan berjalan tanpa kontrol.

“Kerusakan yang terjadi di Sumatera adalah bukti nyata dari kegagalan pengawasan dan penegakan hukum akibat terjadinya praktik korupsi,” ucapnya.

Ia menegaskan momentum bencana yang telah memakan korban tersebut seharusnya menjadi peringatan keras bagi pembersihan sistem perizinan dan pengawasan agar pola bencana tidak terulang.

“Momentum duka cita akibat bencana alam harus dijadikan wake up call,” kata Praswad.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: