Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Polisi Fokus pada Pemulihan Psikologis Siswa
BeritaNasional.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat masih terus mendalami kasus ledakan bom rakitan yang terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang. Saat ini, kepolisian memprioritaskan pemulihan psikologis para siswa pasca insiden tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan proses pemeriksaan terhadap siswa berinisial R yang diduga terlibat dalam kasus tersebut masih berlangsung.
"Saat ini masalah pemeriksaan sedang berjalan. Masalah penetapan (status) atau apa itu belum ada, karena fokus saat ini adalah pemulihan bagi korban," kata Kombes Rosya kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).
Menurut Rosya, pendampingan psikologis bagi para siswa menjadi hal yang paling penting untuk dilakukan setelah peristiwa tersebut.
"Pemulihan atau pendampingan psikologis bagi korban menjadi hal yang paling utama," tegasnya.
Ia menambahkan, jajaran kepolisian di wilayah setempat juga telah melakukan langkah-langkah pemulihan trauma terhadap para siswa di sekolah tersebut.
"Yang kedua juga ada pemulihan untuk anak-anak sekolah. Jadi dari Polsek kemarin sudah dilakukan trauma healing oleh Kapolseknya ke sekolah," kata Rosya.
Sebelumnya, ledakan terjadi di lingkungan MAN 3 Padang, Sumatra Barat, pada Selasa (14/7/2026). Berdasarkan hasil penyelidikan awal, ledakan tersebut diketahui berasal dari bom rakitan.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Polisi juga mengungkap bahwa bom rakitan itu diduga dimiliki oleh seorang siswa berinisial R.
Berdasarkan informasi yang beredar, R diduga kerap menjadi korban perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Dugaan tersebut saat ini masih menjadi bagian dari pendalaman yang dilakukan pihak kepolisian terkait motif di balik peristiwa tersebut.
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu






