Sejarah, Makna, dan Tradisi Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi 2025

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 12 Desember 2025 | 01:33 WIB
Ilustrasi Hari Bhakti Transmigrasi 2025. (Foto/lunangselatan)
Ilustrasi Hari Bhakti Transmigrasi 2025. (Foto/lunangselatan)

BeritaNasional.com - Setiap tanggal 12 Desember, Indonesia menandai salah satu peristiwa penting dalam perjalanan pembangunan nasional, yakni Hari Bhakti Transmigrasi. Tahun 2025 menjadi momen khusus karena peringatan ini telah memasuki tahun ke-73 sejak pertama kali ditetapkan pada 1950.

Meski kini semakin dikenal, tak banyak yang tahu bahwa peringatan ini menyimpan sejarah panjang serta kisah perjuangan bahkan tragedi para pionir yang ikut membuka wilayah-wilayah baru di Indonesia.

Apa Itu Hari Bhakti Transmigrasi?

Mengacu pada informasi berbagai pemerintah daerah, Hari Bhakti Transmigrasi adalah momentum untuk mengenang perjalanan program transmigrasi yang digagas oleh Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

Program ini lahir sebagai jawaban atas persoalan demografis pada pertengahan abad ke-20. Sebagian daerah mengalami kepadatan penduduk, sementara wilayah lain masih jarang penduduk dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Untuk menciptakan pemerataan dan membuka pusat ekonomi baru, pemerintah memindahkan penduduk dari daerah padat ke wilayah yang masih kosong. Dari sinilah transmigrasi menjadi salah satu program pembangunan nasional.

Sejarah Hari Bhakti Transmigrasi

Gagasan Transmigrasi pada 1927

Sebelum Republik Indonesia berdiri, Soekarno muda telah menuliskan gagasan pemerataan penduduk dalam Harian Soeloeh Indonesia. Ia menilai pemerataan sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah terpencil.

Dukungan Hatta pada 1946

Setelah Indonesia merdeka, ide tersebut kembali dibahas. Pada Konferensi Ekonomi di Kaliurang, Yogyakarta, tahun 1946, Wakil Presiden Mohammad Hatta menegaskan pentingnya program ini sebagai strategi memperkuat perekonomian nasional.

Transmigrasi Pertama pada Desember 1950

Langkah nyata dimulai pada Desember 1950, ketika pemerintah memberangkatkan kelompok transmigran pertama:

  • 23 kepala keluarga ke Lampung
  • 2 kepala keluarga ke Lubuk Linggau
  • Peristiwa ini menjadi tonggak transmigrasi modern sekaligus dasar lahirnya Hari Bhakti Transmigrasi.

Tragedi Pionir Boyolali (1974)
Dua puluh empat tahun kemudian, sebanyak 67 pionir transmigrasi asal Boyolali meninggal dalam kecelakaan bus menuju Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Rumbiya, Sumatera Selatan. Bus tergelincir ke Kali Sewo, Desa Sukra, Indramayu.
Untuk mengenang mereka, pemerintah membangun Makam Pionir Pembangunan Transmigrasi di Desa Sukra, yang hingga kini menjadi lokasi utama peringatan tahunan.

Makna Hari Bhakti Transmigrasi 2025

Peringatan tahun ini mengusung tema “Transmigrasi Satukan Negeri”, yang menegaskan bahwa transmigrasi bukan hanya pemindahan penduduk, tetapi juga upaya membangun persatuan nasional.

Nilai-nilai yang ditekankan meliputi:

  • Menghormati pengabdian para transmigran
  • Pemerataan pembangunan
  • Penguatan persatuan bangsa
  • Mengingat tragedi dan menghargai pengorbanan

(Rep/Nissa)sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: