Jarang Kena Matahari? Ini Cara Penuhi Vitamin D dari Makanan Sehari-Hari

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 12 Desember 2025 | 17:36 WIB
Cara Penuhi Vitamin D dari Makanan Sehari-Hari. (Foto/Freepik)
Cara Penuhi Vitamin D dari Makanan Sehari-Hari. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com -  Vitamin D menjadi salah satu nutrisi yang semakin disorot pentingnya, terutama bagi masyarakat yang jarang terpapar sinar matahari. Nutrisi ini berperan besar dalam menjaga kesehatan tulang, gigi, kekebalan tubuh, hingga suasana hati sehingga pemenuhan asupannya perlu diperhatikan setiap hari.

Di tengah gaya hidup modern yang membuat banyak orang lebih sering berada di dalam ruangan, pilihan makanan kaya vitamin D menjadi solusi praktis. Ikan berlemak seperti salmon dan tuna, jamur yang terpapar sinar UV, telur, hingga berbagai produk fortifikasi dapat membantu mencukupi kebutuhan harian tubuh. Dengan mengombinasikan beberapa sumber tersebut dalam menu harian, kebutuhan vitamin D tetap bisa terpenuhi meski minim paparan matahari.

Mengapa Vitamin D Penting

Vitamin D punya peran vital bagi tubuh: membantu penyerapan kalsium, menjaga kesehatan tulang dan gigi, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta mendukung fungsi otot dan suasana hati. 
Karena itu, penting bagi kita untuk memastikan asupan vitamin D mencukupi setiap hari — terutama jika kita jarang terkena sinar matahari langsung.

Sumber Vitamin D dari Makanan Solusi bagi yang Jarang Terpapar Matahari

Jika kamu sulit berjemur atau sering di dalam ruangan, mulai dari pola makan pun bisa menjadi solusi. Berikut pilihan makanan yang kaya vitamin D dan mudah dijadikan bagian dari menu harian:

- Ikan berlemak & seafood: Ikan seperti salmon, tuna, makarel, sarden  dikenal sebagai sumber vitamin D alami yang sangat baik.  
- Jamur terutama yang mendapat paparan sinar UV atau “UV-exposed mushrooms”: Untuk kamu yang vegetarian atau kurang menyukai ikan, jamur bisa jadi 
- Telur (terutama kuningnya): Meski jumlah vitamin D-nya relatif lebih rendah dibanding ikan, telur tetap memberikan kontribusi bila dikonsumsi secara rutin. 
- Makanan/minuman fortifikasi: Sejumlah produk seperti susu, sereal, jus, atau produk nabati kadang diperkaya (fortified) dengan vitamin D  cocok bagi mereka yang kurang mendapatkan sinar matahari.  

Dengan menyusun menu makan harian yang mengombinasikan beberapa sumber di atas misalnya ikan 1-2 kali seminggu, ditambah telur atau jamur, plus produk fortified kebutuhan vitamin D bisa tetap terpenuhi meski kita jarang “berjemur”.

Alternatif & Pendukung: Bila Makanan Saja Tak Cukup

Terkadang, meski pola makan sudah diatur, asupan vitamin D dari makanan saja belum tentu mencukupi  terutama bila kita punya gaya hidup sangat indoor, kulit gelap, atau kondisi kesehatan tertentu. Dalam kondisi seperti ini, ada beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan (dengan pertimbangan aman dan, bila perlu, konsultasi medis):

- Lampu UV (UV-lamp)  Menurut sejumlah sumber, lampu dengan sinar UV bisa menstimulasi tubuh memproduksi vitamin D, mirip paparan sinar matahari. Tapi, penggunaan harus dilakukan dengan bijak dan sebaiknya atas saran tenaga medis, karena paparan UV yang berlebihan bisa berisiko.  

- Suplemen Vitamin D bila pola makan dan paparan sinar matahari sangat terbatas, suplemen bisa menjadi opsi. Namun, ini bukan solusi untuk semua orang, dan dosisnya perlu disesuaikan dengan kondisi individu.  

Tips Praktis untuk Menjaga Keseimbangan Vitamin D & Gaya Hidup Sehat

- Konsumsi makanan kaya vitamin D secara rutin: ikan berlemak, jamur, telur, atau produk fortified.
- Jika memungkinkan, kombinasikan makanan tersebut dengan lemak sehat (seperti minyak zaitun, alpukat) agar penyerapan vitamin D optimal.
- Hindari berharap hanya dari satu sumber kombinasi makanan, gaya hidup, dan bila perlu suplemen bisa jadi solusi paling realistis.
- Perhatikan gaya hidup: jika kamu banyak di dalam ruangan, sebaiknya pertimbangkan pemeriksaan kadar vitamin D (darah) lewat pelayanan kesehatan.
- Untuk alternatif seperti lampu UV atau suplemen: konsultasikan dulu dengan profesional kesehatan agar dosis aman dan sesuai kebutuhan.

Vitamin D Bisa Dipenuhi Tanpa “Sunscreen Tanpa Matahari”

Memang, sinar matahari alami adalah sumber ideal untuk vitamin D. Namun, di zaman ketika banyak dari kita lebih sering berada di dalam ruangan karena pekerjaan, kondisi cuaca, atau pilihan gaya hidup ada banyak cara lain agar tubuh tetap mendapat asupan vitamin penting ini.

Dengan pola makan bijak, pemilihan sumber makanan tepat, dan kesadaran gaya hidup terutama bila kita sadar sering kekurangan “paparan matahari alami” menjaga kesehatan tetap bisa dilakukan. Dan semoga panduan ini membantu kamu dan pembaca lainnya untuk tetap sehat dengan cara yang praktis dan realistis.

(Rep/Nissa)sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: