Mengenal Istilah Preloved Perbedaan Hingga Cara Menjualnya, Simak Ulasannya di Sini
BeritaNasional.com - Kita mungkin sudah tidak asing dengan istilah preloved dan second (barang bekas layak pakai). Istilah dalam perniagaan ini bahkan memiliki pangsa pasar yang besar dan khas yang konon jumlahnya terus bertambah. Tapi ada juga yang belum mengetahui makna istilah ini walau pun sudah menjadi konsumen tetap. Yuk simak arti dan cara menjual barang preloved atau second.
Apa itu preloved?
Mengutip laman Pegadaian, preloved adalah barang-barang yang pernah dipakai kemudian dijual kembali dengan harga murah, tetapi barang masih dalam kualitas baik.
Namun, barang yang belum pernah digunakan tapi tetap dijual kembali setelah pembelian pertama juga bisa disebut preloved.
Misalnya, kamu membeli sepatu secara online, tetapi ketika kamu mencobanya, ukurannya tidak sesuai sehingga kamu tidak bisa memakainya lagi.
Akhirnya, kamu menjualnya dengan harga murah. Sepatu ini kemudian dapat disebut sebagai barang preloved.
Jika memiliki banyak barang dan hanya dipakai sesekali atau bahkan belum pernah dipakai sama sekali, maka bisnis preloved dapat menguntungkanmu.
Terlebih lagi, saat ini media sosial dan lokapasar sudah semakin menjamur sehingga kamu bisa menjualnya secara daring.
Bisnis preloved pun dapat menguntungkan kedua belah pihak. Kamu sebagai penjual dapat mengurangi barang kepemilikan serta mendapatkan pemasukan.
Kemudian, pembeli dapat membeli barang dalam kondisi baik, tetapi dengan harga yang lebih murah dari pasaran.
Berikut contoh barang preloved:
- Pakaian dan aksesoris bermerek.
- Buku langka atau yang ditulis penulis terkenal dan masih dicari kolektor buku.
- Alat elektronik dengan nilai jual tinggi.
- Furnitur yang masih layak.
- Sepeda bekas yang masih layak.
- Barang antik yang masih banyak dicari kolektor.
Perbedaan Preloved dan Second
Berbicara tentang barang yang sudah digunakan, lalu dijual kembali, mungkin barang second atau thrift akan terbesit di pikiranmu.
Preloved maupun second, keduanya memang menjual barang bekas pemakaian. Meski demikian, konsep dari kedua penjualan ini cukup berbeda. Adapun perbedaan barang second dan preloved adalah sebagai berikut:
1. Riwayat Penggunaan Barang
Pertama, preloved adalah barang yang kualitasnya terjamin, tidak cacat, dan tidak rusak. Tidak hanya itu, biasanya barang ini juga tidak sering dipakai atau bahkan belum pernah dipakai sama sekali.
Di sisi lain, barang thrift biasanya sudah sering dipakai sehingga kualitasnya belum tentu baik. Tidak jarang pula barang second dijual dalam keadaan cacat.
2. Kualitas Barang
Bisnis preloved adalah bisnis yang mengedepankan kualitas produk sehingga harganya biasanya bersaing ketat dengan barang baru.
Bahkan, kamu pun bisa menemukan barang-barang bermerek dengan harga miring karena dijual secara preloved.
Berbeda dengan preloved, barang second biasanya kualitasnya lebih acak, bahkan terkadang sulit menemukan produk dengan kualitas yang hampir sama seperti baru.
Namun, tidak berarti semua barang second berkualitas buruk. Selama bisa memilih dengan cermat, kamu bisa menemukan barang second dengan kualitas baik serta harga best deal.
Cara Menjual Barang Preloved
Setelah membaca penjelasan di atas, mungkin kamu sudah terbayang barang-barang apa yang akan kamu jual.
Namun, kamu sebaiknya jangan asal menjual barang preloved kalau tidak mau rugi! Berikut ini adalah cara menjual produk preloved agar cepat laku:
1. Memastikan Kualitas Barang Sebelum Dijual
Pertama, pastikan kualitas barang yang akan kamu jual sudah sesuai dengan deskripsi produk yang kamu cantumkan agar tidak mengecewakan pembeli. Tentunya, ini juga akan membuat produk dan tokomu semakin dipercaya oleh pelanggan.
2. Memasang Harga yang Logis
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, harga produk preloved bisa saja bersaing dengan barang baru.
Namun, karena barang yang kamu jual adalah barang bekas, maka kamu harus menentukan harga yang menguntungkan tetapi tetap logis. Pertimbangkan juga selisih harga preloved dengan harga jual baru.
3. Membuat Deskripsi Barang dengan Jelas dan Jujur
Salah satu tips penting dalam menjual produk preloved adalah membuat deskripsi yang jelas dan jujur.
Kamu bisa mencantumkan berapa kali produk sudah dipakai, usianya, keadaan fisik barang, dan kondisi lain yang memengaruhi barang, seperti adanya noda, lecet, dan sebagainya.
4. Mengemas Barang dengan Cantik
Selain memperhatikan kualitas barang yang akan dijual, kamu juga perlu mengemasnya dengan apik agar menambah nilai jualnya.
Kamu pun bisa mengemasnya dengan lebih menarik daripada kemasan produk baru serta memberikan freebies atau bonus agar pelanggan semakin tertarik membeli produkmu.
5. Menjual Barang di Lokapasar
Terdapat banyak lokapasar yang beredar di internet yang bisa kamu manfaatkan untuk menjual barang preloved.
Bahkan, di beberapa lokapasar, jumlah produk preloved mungkin lebih banyak daripada yang baru karena kemudahan menjual barang preloved di platform-platform tersebut.
6. Mempromosikan Produk di Media Sosial
Tidak hanya di lokapasar, kamu juga bisa memanfaatkan media sosialmu untuk mempromosikan produk preloved.
Meskipun menjual barang bekas, kamu tetap harus menentukan strategi pemasaran layaknya menjual barang baru.
Kamu bisa mulai mempromosikan ke teman dan kolega yang ada di kontak media sosialmu atau bahkan membuat akun media sosial khusus untuk menjual produkmu.
7. Melayani Konsumen dengan Sigap
Karena kamu menjual barang bekas, maka konsumen mungkin akan banyak menanyakan produkmu untuk pertimbangan lebih lanjut.
Kemungkinan besar, mereka juga akan lebih berhati-hati dalam memilih barang yang kamu tawarkan.
Jadi, kamu perlu melayani mereka dengan sigap dan memberikan informasi sejelas-jelasnya hingga akhirnya mereka memilih produkmu dibandingkan toko lain. 
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







