BLTS Capai 29 Juta Penerima Manfaat, 166 Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 16 Desember 2025 | 02:17 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. (BeritaNasional/Setpres)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. (BeritaNasional/Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan terkini terkait penyelenggaraan Sekolah Rakyat pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Senin, 15 November 2025.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa 166 sekolah rakyat telah mulai beroperasi secara bertahap sejak Juli hingga September.

“Semuanya telah dilengkapi dengan laptop siswa, laptop guru, smart board, dan juga seragam sekolah. Ada 15.945 siswa, 2.407 guru, dan 4.442 tenaga kependidikan,” ujar Mensos.

Terkait sekolah yang terdampak bencana, Mensos menambahkan bahwa aktivitas belajar mengajar di sembilan sekolah rakyat dihentikan sementara untuk proses pembersihan. “Alhamdulillah tidak ada korban,” katanya.

Mensos juga melaporkan dukungan Kementerian Sosial dalam penanganan banjir dan longsor di Aceh dan Sumatra. Stok logistik disiapkan di berbagai wilayah, sementara 39 dapur umum memproduksi lebih dari 400 ribu porsi makanan per hari.

“Kami juga mengirimkan beras reguler ke Aceh dan Sumatra lebih dari 100 ton. Total bantuan Kementerian Sosial per 11 Desember mencapai Rp89 miliar lebih,” jelasnya.

Selain itu, Mensos menyoroti realisasi bantuan sosial (bansos) tahun 2025. Dengan total pagu anggaran sekitar Rp75 triliun, penyaluran bansos reguler telah melebihi 90 persen, sementara bansos sembako di triwulan IV baru mencapai 40 persen karena masih menunggu pengajuan tambahan anggaran.

Mensos juga menegaskan pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) yang digulirkan Presiden Prabowo. “Hingga saat ini, BLTS telah disalurkan kepada lebih dari 29 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total nilai lebih dari Rp27 triliun. Dengan tambahan BLTS, penerima bansos kini mencapai lebih dari 35 juta KPM di desil 1–4,” ujar Mensos.

Dalam proses penyaluran BLTS, Kementerian Sosial bekerja sama dengan BPS dan pemerintah daerah untuk memperbarui data penerima manfaat. “Mudah-mudahan pada akhir minggu depan, kita sudah bisa mencapai lebih dari 31 juta KPM,” tambahnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: