Puncak Musim Hujan Terjadi Januari-Februari, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:13 WIB
Rumah warga di Cibodas Bogor Jawa Barat yang porak poranda oleh angin kencang karena cuaca ekstrem. (BeritaNasional/BNPB)
Rumah warga di Cibodas Bogor Jawa Barat yang porak poranda oleh angin kencang karena cuaca ekstrem. (BeritaNasional/BNPB)

BeritaNasional.com -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, Indonesia akan memasuki masa puncak musim penghujan pada Januari-Februari mendatang. 

Curah hujan akan meningkat signifikan di sejumlah daerah seperti Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. 

Selain itu, terdapat tiga siklon dan bibit siklon di sekitar wilayah Indonesia, yaitu siklon Bakung, bibit siklon 93S, dan bibit siklon 95S. Ketiganya berpotensi menyebabkan hujan ekstrem. 

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, pihaknya menyiapkan langkah antisipasi mencegah banjir. Salah satu langkah yang dilakukan BMKG adalah modifikasi cuaca.

"Operasi modifikasi cuaca kita lakukan untuk mencegah awan-awan hujan mendekati daratan Indonesia. Jadi kalau dia mendekat, nanti awan hujan itu kita semai dengan bahan semai dari NaCl," kata Faisal dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Senin (16/12/2025).

Dengan penyemaian tersebut, hujan akan jatuh di tempat-tempat seperti di perairan, atau di laut, atau di tempat yang tidak berbahaya.

"Atau kalau sudah sampai di atas Jakarta, itu kita tebarkan kapur tohor atau CaO, supaya dia terpecah dan tidak terjadi hujan," ujar Faisal.

Lebih lanjut, Faisal menyebut  modifikasi cuaca mampu menurunkan curah hujan hingga 20-50%.

"Jadi ini membantu untuk mengendalikan atau memitigasi bencana-bencana meteorologi yang mungkin diakibatkan oleh cuaca ekstrem," ucap Faisal.

Kini BMKG tengah melakukan modifikasi cuaca di enam titik, di antaranya yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung. 

"BNPB dan BMKG, di bawah koordinasi Kemenhub, juga membuat platform info cuaca untuk transportasi darat, laut, dan udara," tegas Faisal. 

Faisal pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tenang menghadapi potensi cuaca ekstrem ini.

"Kami sudah bekerja sama dengan BNPB, BPBD, serta Basarnas. Untuk masyarakat, tetap tenang selama kita dapat memantau kondisi dan selalu bersiap untuk curah hujan tinggi dan gelombang tinggi," tandasnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: