Pusing Datang Berulang? Ini 7 Pemicu yang Perlu Diwaspadai

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 18 Desember 2025 | 01:40 WIB
Ilustrasi sakit kepala. (Foto/Freepik)
Ilustrasi sakit kepala. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com -  Keluhan pusing atau sakit kepala kerap dialami banyak orang, baik sesekali maupun berulang. Intensitasnya pun beragam, mulai dari rasa tidak nyaman ringan hingga nyeri yang mengganggu aktivitas.

Jika pusing sering datang tanpa sebab yang jelas, ada baiknya kamu memahami faktor pemicunya agar dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Berikut sejumlah penyebab umum kepala sering pusing beserta cara sederhana untuk mengatasinya.

1. Tubuh Kekurangan Cairan

Dehidrasi menjadi salah satu penyebab paling umum sakit kepala. Tubuh, termasuk otak, membutuhkan cairan yang cukup agar dapat bekerja optimal. Saat asupan cairan kurang, aliran dan tekanan darah ke otak bisa terganggu sehingga memicu pusing.

Cara mengatasinya:

Pastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi, sekitar 2–3 liter per hari. Perbanyak minum air putih dan batasi konsumsi minuman berkafein yang dapat memperparah dehidrasi.

2. Kadar Gula Darah Terlalu Rendah

Tidak makan dalam waktu lama atau pola makan yang tidak teratur dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah. Kondisi ini membuat suplai energi ke otak berkurang dan memicu pusing, lemas, hingga sulit berkonsentrasi.

Cara mengatasinya:

Konsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum agar kadar gula darah lebih stabil sepanjang hari.

3. Terlalu Banyak Mengonsumsi Kafein

Kafein berlebih dapat memicu pusing karena bersifat diuretik dan mengganggu kualitas tidur. Selain itu, pada orang yang terbiasa minum kopi, penghentian kafein secara mendadak juga dapat menimbulkan efek putus kafein berupa sakit kepala dan gangguan suasana hati.

Cara mengatasinya:

Kurangi konsumsi kafein secara bertahap dan gantilah dengan air putih atau minuman sehat lainnya.

4. Kurang Tidur

Tidur yang tidak cukup dapat menyebabkan ketegangan pada otot kepala dan leher. Akibatnya, pusing, sakit kepala, serta penurunan fokus dan daya ingat lebih mudah terjadi.

Cara mengatasinya:

Biasakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari. Ciptakan rutinitas sebelum tidur yang menenangkan dan pastikan kamar tidur nyaman serta minim gangguan.

5. Pola Makan Berubah atau Tidak Teratur

Makan terlalu jarang atau melewatkan waktu makan dapat memicu naik-turunnya kadar gula darah secara drastis. Kondisi ini juga memengaruhi keseimbangan hormon yang berperan dalam munculnya sakit kepala.

Cara mengatasinya:

Konsumsi makanan secara teratur dengan gizi seimbang. Pilih makanan tinggi serat, protein cukup, dan rendah gula.

6. Stres dan Kecemasan Berlebihan

Tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau kecemasan berkepanjangan dapat memicu pusing. Stres menyebabkan otot kepala dan leher menegang serta meningkatkan hormon kortisol.

Cara mengatasinya:

Luangkan waktu untuk relaksasi, seperti meditasi ringan, pernapasan dalam, atau peregangan. Istirahat yang cukup juga sangat penting.

7. Paparan Panas dan Kurangnya Oksigen

Berada terlalu lama di bawah terik matahari atau di ruangan pengap dapat mengurangi suplai oksigen ke otak. Kondisi ini sering diperparah oleh dehidrasi.

Cara mengatasinya:

Batasi aktivitas di bawah sinar matahari langsung, gunakan pelindung seperti topi, dan pastikan sirkulasi udara ruangan berjalan baik.

Apa Kata Riset?

Sebuah penelitian dalam jurnal Current Pain and Headache Reports membahas sakit kepala yang kerap muncul saat berpuasa.

Studi tersebut menemukan bahwa sakit kepala umumnya terasa di area dahi, tidak berdenyut, dengan intensitas ringan hingga sedang.

Keluhan ini biasanya muncul setelah sekitar 16 jam berpuasa dan dapat mereda dalam 72 jam setelah kembali makan. Orang dengan riwayat migrain diketahui lebih rentan mengalaminya.

Dua pemicu utama yang diidentifikasi adalah penurunan kadar gula darah dan penghentian konsumsi kafein.

Pusing dan Sakit Kepala, Jangan Disamakan

Meski sering dianggap sama, pusing dan sakit kepala memiliki sensasi serta penyebab yang berbeda. Jika keluhan berlangsung lama, semakin sering muncul, atau disertai gejala lain seperti muntah, gangguan penglihatan, atau mati rasa, segera periksakan diri ke dokter terutama dokter spesialis saraf untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

(Rep/Nissa)sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: