Malaysia Dikepung Banjir: 13 Ribu Warga Mengungsi, Pahang Jadi Wilayah Terparah
BeritaNasional.com - Situasi banjir di Malaysia kian mengkhawatirkan. Hingga Kamis malam, Departemen Kesejahteraan Sosial (JKM) mencatat lebih dari 13 ribu warga telah dipaksa mengungsi dari kediaman mereka akibat luapan air yang terus meluas.
Berdasarkan data terbaru hingga pukul 21.00 waktu setempat, para pengungsi kini tersebar di 103 pusat bantuan banjir (PPS) yang didirikan di enam negara bagian.
Dari jumlah tersebut, Negara Bagian Pahang dilaporkan menjadi wilayah yang mengalami dampak kerusakan paling parah dibandingkan wilayah lainnya.
Respons Cepat Pemerintah
Menanggapi bencana ini, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa seluruh mesin manajemen bencana pemerintah telah diaktifkan sepenuhnya. Ia menjamin bahwa koordinasi di lapangan terus ditingkatkan untuk memastikan keselamatan warga.
"Situasi ini akan terus dipantau secara cermat, dan bantuan akan disalurkan seefisien dan secepat mungkin," ujar Anwar dalam pernyataan resminya.
Peringatan Cuaca Buruk Berlanjut
Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas evakuasi. Pasalnya, dinas meteorologi setempat masih mengeluarkan peringatan cuaca buruk yang diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang jenuh air meningkatkan risiko banjir susulan di wilayah-wilayah rendah. Pemerintah mengimbau warga di zona merah untuk segera mengungsi ke pusat bantuan sebelum akses jalan terputus.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu





