Usai Penembakan di Pantai Bondi, Australia Evaluasi Badan Intelijen

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Selasa, 23 Desember 2025 | 00:05 WIB
Ilustrasi penembakan di Australia (Foto/Pixabay)
Ilustrasi penembakan di Australia (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan, lembaga intelijen dan penegak hukum federal negara itu akan menjalani peninjauan menyusul penembakan massal yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney, pada 14 Desember.

Dalam pernyataannya, Albanese mengatakan, peninjauan tersebut akan rampung pada April dan hasilnya akan dipublikasikan, demikian laporan Australian Broadcasting Corporation.

Pada Minggu malam pekan lalu, seorang pria bersama putranya melepaskan tembakan di pantai Sydney, menewaskan 15 orang dan melukai 42 lainnya. Kepolisian menyebut insiden tersebut sebagai 'serangan teroris'.

Albanese mengatakan, tragedi yang terjadi pekan lalu menegaskan cepatnya perubahan lingkungan keamanan di Australia. Menurut dia, lembaga keamanan harus berada pada posisi terbaik untuk dapat merespons berbagai ancaman.

Peninjauan tersebut akan dipimpin oleh Dennis Richardson, mantan kepala Australian Security Intelligence Organization (ASIO) serta mantan pimpinan departemen pertahanan dan luar negeri, melalui departemen perdana menteri.

Fokus peninjauan mencakup lembaga-lembaga federal, termasuk ASIO dan Kepolisian Federal Australia. Kajian itu akan menelaah kewenangan, struktur, proses, serta mekanisme berbagi informasi yang diterapkan untuk menjaga keamanan warga Australia.

Sementara itu, hari Minggu ditetapkan sebagai Hari Refleksi Nasional untuk mengenang para korban penembakan massal tersebut. Albanese dijadwalkan menghadiri upacara peringatan di lokasi kejadian pada Minggu malam bersama Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales, Chris Minns.

Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: