Kades di Lampung Meninggal saat Giring Gajah Liar, Begini Kronologinya
BeritaNasional.com - Kepala Desa Braja Asri, Lampung, Darusman meninggal dunia dalam upaya penggiringan gajah liar menuju kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pada 30-31 Desember 2025. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pun angkat bicara dan mengungkapkan kronologi dalam insiden tersebut.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kemenhut Krisdianto menjelaskan, kejadian bermula pada Selasa (30/12/2025) malam, saat tim penanggulangan konflik gajah TNWK bersama mitra Komunitas untuk Hutan Sumatera (KHS) Elephant Response Unit (ERU) dan masyarakat melakukan penjagaan di sejumlah titik rawan berdasarkan pemantauan GPS Collar yang dilakukan secara berkala setiap empat jam.
"Kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras menghambat mobilitas tim di lapangan, sehingga beberapa individu gajah liar keluar kawasan dan terjebak di kebun karet masyarakat di Desa Braja Asri hingga pagi hari," kata Krisdianto melalui keterangannya di laman resmi Kemenhut, yang dikutip Sabtu (2/1/2026).
Kemudian pada Rabu (31/12/2025) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, tim tambahan blokade gajah TNWK segera diturunkan setelah menerima laporan dari Babinsa Desa Braja Asri terkait keberadaan gajah liar di sekitar jembatan Putul. Tim tiba di lokasi pukul 07.15 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam, TNI-Polri, pemerintah desa, BPBD, Pol PP, mitra TNWK, serta masyarakat setempat.
Melalui musyawarah bersama, kata Krisdianto, telah disepakati langkah penggiringan gajah liar dari kebun karet masyarakat kembali ke dalam kawasan hutan TNWK. Namun, dalam proses penggiringan tersebut terjadi miskomunikasi antar tim blokade di lapangan, yang menyebabkan gajah berbalik arah dan menunjukkan perilaku agresif, hingga menyebabkan Kades Braja Asri menjadi korban dan akhirnya meninggal dunia.
"Pada sekitar pukul 11.10 WIB, dalam situasi tersebut, terjadi insiden yang mengakibatkan Kepala Desa Braja Asri, almarhum Bapak Darusman, menjadi korban. Tim segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke fasilitas kesehatan," terangnya.
Kemenhut mengungkap bahwa upaya pengamanan dan penggiringan gajah liar tetap dilanjutkan, hingga pada pukul 12.00 WIB gajah liar berhasil diarahkan kembali masuk ke dalam kawasan TNWK melalui area Merang, Desa Braja Asri.
Kemenhut juga menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Kades Braja Asri yang dikenal aktif dan peduli dalam upaya penanggulangan konflik satwa liar.
"Atas kejadian ini, keluarga besar Balai Taman Nasional Way Kambas mewakili Kementerian Kehutanan, Ditjen KSDAE menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum Bapak Darusman. Almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin desa yang aktif dan peduli dalam upaya penanggulangan konflik satwa liar di wilayahnya," ujarnya.
Balai TNWK juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas pihak, meningkatkan prosedur keselamatan, serta memperbaiki mekanisme komunikasi lapangan, khususnya dalam kondisi hujan deras, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
"Upaya penanggulangan konflik manusia dan gajah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, aparat, mitra konservasi, dan masyarakat demi keselamatan manusia serta kelestarian gajah Sumatera," tandas Kemenhut.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







