Kegiatan Belajar di Aceh Tamiang Kembali Aktif

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Selasa, 06 Januari 2026 | 01:00 WIB
Ilustrasi anak sekolah (Beritanasional/Oke Atmadja)
Ilustrasi anak sekolah (Beritanasional/Oke Atmadja)

BeritaNasional.com - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Tamiang Sepriyanto mengatakan, aktivitas belajar mengajar di wilayah tersebut sudah berjalan pascabencana, meskipun harus disesuaikan dengan kondisi lapangan.

"Meski hanya ada satu guru dan satu murid yang bisa hadir, sekolah di Aceh Tamiang harus buka. Artinya, itu kalimat penyemangat dari saya agar guru dan murid hadir aktifkan sekolah dengan standar masa darurat," kata Sepriyanto di Aceh Tamiang.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada satuan pendidikan terdampak bencana termaktub dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen RI) Nomor 1/2026.

Adapun poin pada SE tersebut yakni seluruh satuan pendidikan diminta untuk aktif melaksanakan KBM sesuai dengan kondisi dan kesiapan masing-masing satuan pendidikan.

Pelaksanaan KBM, kata dia, dapat dilakukan secara fleksibel, baik di sekolah, di tenda darurat, maupun di tempat lain yang memungkinkan, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan, peserta didik serta pendidik.

Sepriyanto menerangkan, banyak KBM hari ini terpaksa dilakukan pada tenda-tenda dan mungkin rumah, karena 80 persen gedung sekolah di Aceh Tamiang terdampak.

"Meski ada sebagian sekolah tidak terdampak langsung, tapi guru dan muridnya menjadi korban banjir bandang," ujarnya.

Untuk itu pihaknya juga tidak mewajibkan murid untuk menggunakan seragam sekolah sebagai langkah menutupi kesenjangan. "Justru kalau ada satu dua murid pakai seragam, sementara yang lain tidak, akan menjadi kesenjangan di lingkungan sekolah," katanya.

Sepriyanto juga meminta para guru dapat berperan aktif dan berkreasi, sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi di sekolah masing-masing maupun di tenda atau tempat lainnya.

Di sisi lain ia menerima banyak laporan dari kepala sekolah terkait kondisi sekolah rusak sedang hingga berat, sehingga mereka meminta tenda. Apalagi jumlah tenda BNPB terbatas.

Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: