Prabowo Tinjau Teknologi Pertanian Modern dan Hilirisasi di Karawang

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 07 Januari 2026 | 16:06 WIB
Momen Prabowo tinjau Inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern di Karawang. (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Momen Prabowo tinjau Inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern di Karawang. (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto meninjau berbagai inovasi hilirisasi serta teknologi pertanian modern di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menyaksikan pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) otonom, seperti traktor dan rice transplanter. Ia juga melihat demonstrasi penggunaan drone pertanian, serta pemanfaatan pompa otomatis untuk mendukung efisiensi sistem irigasi.

Selain itu, Kepala Negara mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan. Prabowo bahkan turut mencicipi sejumlah produk hasil pertanian dan perkebunan yang dipamerkan.

Salah satu inovasi hilirisasi yang ditampilkan adalah pengembangan produk gambir. Muhammad Makky dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa gambir merupakan tanaman endemik Indonesia dengan potensi strategis yang besar.

“Gambir merupakan satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia dan tidak dapat ditumbuhkan di negara lain,” ujar Makky.

“Karena itu, gambir menjadi tanaman endemik sekaligus keunggulan Indonesia karena tidak memiliki pesaing dari negara lain,” tambahnya.

Makky menjelaskan, gambir diolah dari daun yang direbus dan diperas hingga menghasilkan getah berbentuk pasta, yang kemudian mengeras menjadi bongkahan. Di dalam bongkahan tersebut terdapat dua komponen aktif utama, yakni tanin dan katekin, yang memiliki permintaan tinggi di pasar global.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini Indonesia masih mengekspor gambir dalam bentuk bongkahan mentah, sehingga nilai tambahnya justru lebih banyak dinikmati oleh negara lain.

Karena itu, Makky berharap adanya dukungan pemerintah untuk mengembangkan industri hilirisasi gambir di dalam negeri.

“Harapannya, tentu Bapak Presiden bersama para pembantu Presiden, para menteri, dan seluruh struktur terkait dapat membuka peluang pengembangan industri hilirisasi gambir, khususnya di sentra produksi seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara,” tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: