Ini Keyakinan Menkeu tentang Serapan Anggaran MBG

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Jumat, 09 Januari 2026 | 06:32 WIB
Tegas! Purbaya tolak legalisasi usaha thrifting. (Foto/Instagram Menkeu RI)
Tegas! Purbaya tolak legalisasi usaha thrifting. (Foto/Instagram Menkeu RI)

BeritaNasional.com -  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diyakini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal menjadi program dengan penyerapan anggaran paling cepat pada kuartal I 2026.

Sebab, program yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut tetap berjalan meski sekolah memasuki masa libur panjang.

"MBG lah, dugaan saya MBG. Sudah belanja dia pasti, dia sudah belanja banyak," terangnya di Jakarta.

Program unggulan Presiden Prabowo ini tetap berjalan selama masa libur sekolah untuk menjamin kebutuhan nutrisi anak, meski BGN sempat menghentikan sementara operasional pada awal Januari 2026 untuk evaluasi.

Dengan selesainya masa liburan akhir tahun, BGN dinilai akan terus membelanjakan anggaran untuk keperluan MBG

"Tapi yang saya yakin MBG sudah duluan (belanja), sudah jalan kan sekolahnya," imbuhnya, Kamis (8/1/2026).

Sementara itu Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono melaporkan Program MBG menyerap anggaran sebesar Rp51,5 triliun per 31 Desember 2025, setara 72,5% dari pagu Rp71 triliun pada APBN 2025.

Nilai manfaat yang langsung diterima oleh masyarakat sebesar Rp43,3 triliun. Anggaran ini disalurkan untuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil/menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan di Indonesia.

Secara angka, jumlah penerima manfaat program MBG mencapai 56,13 juta dari target 82,9 juta penerima yang tersebar di 38 provinsi.

Dari segi keterlibatan pelaku usaha, program MBG telah dilaksanakan oleh 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dan menyerap 789.319 pekerja.

Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp335 triliun untuk kelanjutan program MBG. Belanja yang disalurkan melalui kementerian/lembaga (K/L), tepatnya Badan Gizi Nasional (BGN), hanya sebesar Rp268 triliun. Sementara Rp67 triliun sisanya dicadangkan, setara dengan 20 persen dari total anggaran. (Antara)

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: