Rampung Direstorasi, CN235 Resmi Diserahkan ke TNI AU

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 12 Januari 2026 | 01:01 WIB
Pesawat CN235-100M nomor ekor A-2305. (Foto/PT Dirgantara Indonesia)
Pesawat CN235-100M nomor ekor A-2305. (Foto/PT Dirgantara Indonesia)

BeritaNasional.com - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyerahkan satu unit pesawat CN235-100M bernomor ekor A-2305 kepada TNI Angkatan Udara (AU) usai menuntaskan program restorasi di Bandung, Jawa Barat, pada (9/1/2026)

Pesawat yang dioperasikan Skadron Udara 27 TNI AU tersebut sebelumnya berstatus unserviceable atau tidak layak terbang. Setelah melalui program restorasi, pesawat kini dinyatakan siap kembali memperkuat operasional skadron.

Direktur Produksi PTDI Dena Hendriana menyampaikan bahwa program restorasi ini tidak hanya bertujuan mengaktifkan kembali pesawat, tetapi juga menghadirkan peningkatan teknologi melalui strategi mid-life upgrade.

“PTDI tidak hanya mengaktifkan kembali pesawat yang sebelumnya berstatus unserviceable, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan, keandalan, serta kompatibilitas sistem pesawat dengan kebutuhan operasi TNI AU saat ini,” ujar Dena dikutip dari laman resmi PTDI, Senin (12/1/2026).

Restorasi pesawat A-2305 mencakup berbagai pekerjaan, mulai dari inspeksi dasar (3C-check), perpanjangan usia struktur pesawat, pengecatan ulang eksterior, penataan ulang interior, hingga pembaruan sistem avionik dan kelistrikan.

Dena menjelaskan, pembaruan teknologi difokuskan pada konversi kokpit ke sistem digital, pemasangan Flight Management System (FMS) terbaru, serta peningkatan kewaspadaan situasional (situational awareness) agar pesawat mampu beroperasi secara interoperabel dengan sistem komunikasi militer modern.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Dankoharmatau) Marsekal Muda TNI Suryanto menyambut positif selesainya program restorasi tersebut. Ia menilai kehadiran pesawat ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat Skadron Udara 27 yang masih memiliki keterbatasan armada.

“Selesainya restorasi pesawat ini diharapkan dapat segera memperkuat jajaran Grup Angkut, khususnya dalam mendukung pelaksanaan operasi dan latihan di wilayah Papua,” kata Suryanto.

Selain mendukung misi militer, pesawat angkut taktis ini juga diproyeksikan untuk membantu pelaksanaan operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana sesuai kebutuhan nasional.

Sebelum diserahterimakan, pesawat A-2305 telah melalui serangkaian pengujian. Pesawat ini juga telah memperoleh Authority Flight Acceptance dari Indonesia Defense Airworthiness Authority (IDAA) pada 6 Januari 2026, serta customer acceptance pada 8 Januari 2026.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: