OKI Kecam Pengakuan Israel atas Somaliland, Langgar Kedaulatan Somalia
BeritaNasional.com - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) secara resmi melayangkan kecaman keras terhadap langkah Israel yang memberikan pengakuan atas kemerdekaan Somaliland.
OKI menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Somalia.
Keputusan ini tertuang dalam komunike akhir Sesi Luar Biasa ke-22 Dewan Menteri Luar Negeri OKI yang berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, pada Sabtu (10/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dewan Menteri Luar Negeri OKI menegaskan bahwa langkah diplomatik Israel terhadap Somaliland tidak memiliki dasar yang sah.
OKI menyatakan pengakuan tersebut batal demi hukum berdasarkan hukum internasional dan kembali mempertegas solidaritas penuh mereka bagi pemerintah dan rakyat Somalia.
Selain masalah pengakuan wilayah, OKI juga memberikan peringatan keras terkait kehadiran militer maupun intelijen asing ilegal di tanah Somalia. Menurut OKI, aktivitas semacam itu berisiko mengganggu perdamaian serta stabilitas di kawasan Tanduk Afrika hingga wilayah Laut Merah.
Tak hanya membahas isu Somalia, komunike tersebut juga kembali menggarisbawahi bahwa isu Palestina tetap menjadi prioritas utama bagi dunia Islam.
OKI mengapresiasi negara-negara yang telah mengakui kedaulatan Palestina dan menuntut hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Terkait situasi terkini di Jalur Gaza, OKI menyerukan beberapa poin krusial, antara lain:
- Gencatan Senjata: Mendesak penguatan gencatan senjata agar konflik tidak meluas.
- Bantuan Kemanusiaan: Memastikan bantuan dapat masuk tanpa hambatan bagi warga terdampak.
- Penolakan Pengusiran: Menolak segala bentuk pengusiran paksa terhadap warga Palestina dari tanah mereka.
- Hentikan Pemukiman Ilegal: Menuntut diakhirinya perluasan pemukiman serta pelanggaran hukum oleh Israel di Tepi Barat dan Yerusalem.
Penegasan ini menunjukkan posisi solid negara-negara anggota OKI dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperjuangkan hak asasi manusia di negara-negara muslim.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







