Transjakarta Siap Bertanggung Jawab atas Insiden Tunanetra Terperosok di Halte Kejaksaan Agung

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 15 Januari 2026 | 08:08 WIB
Transjakarta Siap Bertanggung Jawab atas Insiden Tunanetra Terperosok di Halte Kejaksaan Agung. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Transjakarta Siap Bertanggung Jawab atas Insiden Tunanetra Terperosok di Halte Kejaksaan Agung. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan siap bertanggung jawab atas insiden pelanggan disabilitas tunanetra yang terperosok ke dalam selokan karena tidak diantar petugas ke halte di Halte Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Minggu (11/1/2026). 

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta Tjahyadi menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut dan menekankan bahwa perusahaan bakal bertanggung jawab penuh.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Transjakarta memohon maaf sebesar-besarnya kepada saudari Novianis atas ketidaknyamanan dan musibah yang dialami,” kata Tjahyadi dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).

Tjahyadi menjelaskan, pihaknya telah mengunjungi rumah yang bersangkutan untuk memantau kondisi kesehatan korban sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Lebih lanjut, Tjahyadi merinci bahwa insiden bermula ketika pelanggan pengguna layanan Transjakarta Cares diturunkan di titik aman menuju area Halte Kejaksaan Agung. Titik aman tersebut berada sekitar 50 meter dari halte.

Namun, setelah itu Transjakarta menerima informasi bahwa pelanggan tersebut terjatuh ke dalam saluran air di area pedestrian yang berjarak sekitar 150 meter dari halte. 

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian punggung dan tangan.

Sayangnya pada saat kejadian berlangsung, layanan Transjakarta Cares telah melanjutkan perjalanan untuk mengantarkan pelanggan lainnya karena masih ada empat pelanggan lain yang harus diantar ke lokasi berbeda.

Sementara itu, berdasarkan video yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa pelanggan Transjakarta Cares tersebut telah meminta bantuan petugas untuk diantar setelah turun. 

Namun, petugas disebut tidak bersedia mengantarkan dan meminta pelanggan berjalan lurus mengikuti jalur pemandu.

Akibatnya, pelanggan disabilitas tersebut terperosok ke dalam selokan hingga pakaiannya berlumuran kotoran.

Tjahyadi menegaskan, pihaknya memahami bahwa aspek pendampingan bagi pelanggan disabilitas harus dilakukan dengan kehati-hatian ekstra. Pelanggan, kata dia, harus dipastikan benar-benar berada di zona aman.

Sebagai tindak lanjut, manajemen Transjakarta melakukan evaluasi terhadap seluruh pramusapa dan petugas operasional di lapangan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Kami akan memperketat penerapan Standard Operating Procedure (SOP), khususnya mengenai kewajiban petugas untuk menuntun pelanggan disabilitas hingga titik yang benar-benar aman dan terhubung dengan aksesibilitas yang memadai," ucap Tjahyadi.

"Pelatihan sensitivitas layanan bagi pelanggan prioritas akan kami tingkatkan kembali bagi seluruh jajaran garda terdepan kami,” tambah dia.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: