Usulan Tarif Transjakarta dari DTKJ Segera Dibahas Pramono

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 08 Juli 2026 | 11:23 WIB
Penumpang turun dari bus Transjakarta di Halte Sarinah. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Penumpang turun dari bus Transjakarta di Halte Sarinah. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan segera mengkaji usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengenai penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek.

Selain membahas penyesuaian tarif, Pemprov DKI juga akan mempertimbangkan usulan penerapan skema tarif berlangganan Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan.

“Untuk usulan dari dewan transportasi, tentunya segera akan dikaji oleh Pemerintah DKI Jakarta. Saya sudah mendapatkan usulan tersebut,” kata Pramono, dikutip dari Antara, Rabu (8/7/2026).

Pramono mengatakan, pemerintah daerah akan segera mengambil keputusan terkait besaran tarif baru layanan Transjakarta maupun Transjabodetabek setelah proses kajian selesai dilakukan.

Ia juga menegaskan keputusan mengenai tarif Transjabodetabek untuk rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta–Blok M akan segera diumumkan. Saat ini, pembahasan mengenai tarif rute tersebut masih berlangsung bersama DPRD DKI Jakarta.

Menurut Pramono, penetapan tarif tersebut tidak bisa terus ditunda mengingat sebelumnya pemerintah telah menjanjikan pengumuman dalam kurun waktu tiga bulan sejak layanan diluncurkan.

“Segera memang harus diambil keputusan, terutama untuk Transjabodetabek yang ke bandara, yang pada waktu itu saya janjikan dalam waktu tiga bulan akan kita umumkan. Ini sudah lebih dari tiga bulan,” ujar Pramono.

Sebelumnya diketahui, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan agar tarif Transjakarta mengalami penyesuaian menjadi Rp5.000. Usulan tersebut disampaikan Ketua DTKJ Sugihardjo berdasarkan hasil kajian kemampuan belanja masyarakat.

"Nah saya udah ngitung ya, saya udah ngitung bahwa dengan tarif Rp 5.000 ini masih tarifnya sangat (wajar), sekitar 10,4 persen (dari total pengeluaran rumah tangga) ya kan," kata Sugihardjo, dikutip Minggu (5/7/2026).

Selain mengusulkan tarif baru, DTKJ juga mendorong penerapan tarif berlangganan bagi pengguna Transjakarta. 

Menurut Sugihardjo, tarif langganan bulanan diusulkan sebesar Rp200 ribu, lebih murah dibandingkan akumulasi tarif harian yang mencapai Rp250 ribu bagi pengguna yang bepergian selama 25 hari dalam sebulan.

"Nah itu kan tarifnya mestinya kalau Rp5.000 berangkat, Rp5.000 pulang udah Rp10 ribu kan. Jadi kali 25 berapa? Rp250 ribu. Nah, karena langganan, kita mengusulkan diskon 20 persen, jadi tarifnya hanya Rp200 ribu," jelas dia.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: