AS Kembali Serang Iran usai Teken MoU Perdamaian
BeritaNasional.com - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terus berlanjut, bahkan AS kembali melancarkan serangan terbarunya usai tiga kapal tanker yang menjadi sasaran serangan ketika melewati Selat Hormuz. Serangan ini terjadi pada hari keenam upacara pemakaman Imam tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Berdasarkan Russia Today (RT) yang dilansir pada Rabu (8/7/2026), media Iran melaporkan ledakan pada Rabu dini hari di provinsi selatan Hormozgan, termasuk di pelabuhan Bandar Abbas dan Sirik, serta di Pulau Qeshm, dekat bagian selat yang paling sempit.
Komando Pusat AS (CENTCOM) pun mengaku bertanggung jawab atas “serangkaian serangan dahsyat terhadap Iran untuk memberikan kerugian besar karena menargetkan dan menyerang kapal komersial yang diawaki oleh warga sipil tak berdosa di jalur perairan internasional”.
“Serangan AS merupakan tanggapan terhadap serangan Iran terhadap tiga kapal dagang yang sedang melintasi Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata,” kata CENTCOM dalam sebuah pernyataannya di akun X.
CENTCOM mengklaim bahwa pasukan AS telah menyerang lebih dari 80 target, termasuk sistem pertahanan udara, pusat komando, lokasi rudal, dan lebih dari 60 perahu kecil.
Sementara itu, Press TV menayangkan sebuah video yang menurut mereka menunjukkan serangan lain di pelabuhan. Media tersebut menambahkan bahwa beberapa orang mengalami luka-luka.
Berdasarkan laporan Axios yang mengutip seorang pejabat AS, serangan itu empat atau lima kali lebih besar dalam cakupan dan kekuatan daripada serangan sebelumnya 10 hari sebelumnya.
Sebelumnya diberitakan, tiga kapal komersial yang berlayar di bawah bendera Arab Saudi, Liberia, dan Kepulauan Marshall dihantam oleh proyektil pada Selasa (7/7/2026) pagi. Qatar dan Arab Saudi lantas menuding Iran atas insiden tersebut.
Terpisah, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, mengutuk serangan terhadap kapal tanker LNG berbendera Kepulauan Marshall, Al Rekayyat, dan menuntut agar Teheran "menahan diri dari membahayakan pasokan energi global".
Kemudian, media Iran menurut seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa kapal tanker Qatar diserang saat melintasi Selat Hormuz “setelah mengabaikan peringatan berulang kali”. Sementara, Press TV yang mengutip sumber pemerintah, mengatakan bahwa lalu lintas di Selat Hormuz harus dilakukan secara ketat sesuai dengan aturan Iran dan melalui rute yang ditetapkan secara resmi.
Sebagai informasi, serangan ini terjadi setelah AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) perdamaian pada 17 Juni lalu, dan menjadi serangan pertama pada bulan Juli.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa serangan tersebut melanggar kesepakatan, sementara militer Iran bersumpah akan memberikan "tanggapan yang tegas".
Serangan terbaru ini juga terjadi pada hari keenam prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara AS-Israel pada 28 Februari lalu. Upacara tersebut menarik jutaan orang di Teheran dan kota-kota lainnya, serta beberapa delegasi dari berbagai negara.
Sumber: Russia Today
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
BUDAYA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu






