Motif Eks Brimob Aceh Bergabung dengan Tentara Rusia Masih Misteri
BeritaNasional.com - Bripda Muhammad Rio, eks anggota Satuan Brimob Polda Aceh, resmi diberhentikan dengan tidak hormat (PTDH) setelah diduga bergabung dengan tentara bayaran Rusia.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, menegaskan bahwa Rio sebelumnya telah menjalani sidang kode etik karena desersi dan pelanggaran lain.
“Yang bersangkutan disersi dengan meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan. Yang bersangkutan juga sudah menjalani sidang kode etik dan diberhentikan dengan tidak hormat,” ujar Krisdiyanto di Banda Aceh dikutip dari Antara, Sabtu (17/1/2026)
Sebelum dugaan keterlibatan dengan militer Rusia, Rio tercatat memiliki pelanggaran kode etik, termasuk kasus perselingkuhan hingga menikah siri.
Ia sempat dikenai sanksi administratif berupa mutasi dan penempatan di pelayanan markas selama dua tahun. “Putusan melalui sidang KKEP tertanggal 14 Mei 2025,” kata Krisdiyanto.
Absensi dan Dugaan Bergabung dengan Militer Rusia
Rio tidak masuk dinas sejak 8 Desember 2025. Pada 7 Januari 2026, ia mengirim pesan WhatsApp kepada anggota Provos Satbrimob berisi foto dan video yang menunjukkan keterlibatannya dengan divisi tentara bayaran Rusia, lengkap dengan proses pendaftaran dan nominal gaji.
Polda Aceh sempat mencari Rio ke rumahnya dan orang tua, serta menerbitkan DPO. Data perjalanan menunjukkan Rio meninggalkan Indonesia pada 18 Desember 2025 dari Bandara Soekarno-Hatta ke Shanghai, lalu ke Haikou, sebelum menuju Rusia.
Proses Kode Etik dan Pemberhentian
Sidang KKEP dilakukan secara in absentia pada 8 dan 9 Januari 2026. Rio dikenakan Pasal 13 Ayat (1) PP Nomor 1/2003 dan sejumlah pasal terkait kode etik Polri. “Putusan sidang berupa sanksi administratif pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH,” jelas Krisdiyanto.
Secara keseluruhan, Rio telah menjalani tiga persidangan KKEP: satu kasus perselingkuhan dan dua kasus terkait desersi dan dugaan keterkaitan dengan tentara Rusia.
Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menyebut motif Rio bergabung dengan tentara Rusia belum diketahui. “Saya tidak tahu apa motif yang bersangkutan bergabung dengan tentara Rusia. Saya belum mendalami motifnya karena tidak bertemu dengannya,” kata Marzuki.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu






