Jajaki Pembukaan Kampus Al-Azhar Kairo di Indonesia, Menag Terbang ke Mesir

Oleh: Kiswondari
Minggu, 18 Januari 2026 | 21:59 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar (Beritanasional/Elvis)
Menteri Agama Nasaruddin Umar (Beritanasional/Elvis)

BeritaNasional.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Al-Azhar Kairo untuk membuka cabang Al-Azhar di Indonesia. Tujuannya, agar kampus tersebut bisa menjadi pusat pendidikan Islam bagi mahasiswa Asia Tenggara khususnya Indonesia tanpa harus berangkat ke Mesir.

“Kami juga akan menindaklanjuti petunjuk Bapak Presiden terkait kemungkinan bekerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan bilateral beberapa negara Muslim,” kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar sebelum kunjungannya ke Mesir pada Minggu (18/1/2026), yang dikutip dari laman Kemenag.

Menurut Nasaruddin, inisiatif pembukaan cabang di Indonesia mendapat dukungan sejumlah negara sahabat seperti Qatar, Abu Dhabi dan Yordania. Selain memperluas akses pendidikan Islam, skema ini juga dinilai dapat membantu Al-Azhar menghadapi beban pendidikan yang semakin besar.

“Mesir sekarang overloaded, selain menanggung pengungsian dalam jumlah besar juga jumlah mahasiswa internasional meningkat, sementara beban ekonominya berat,” jelasnya.

Kemudian, Nasaruddin melanjutkan, pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia juga dapat menjadi solusi efektif bagi mahasiswa Asia Tenggara yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh dan menghadapi sejumlah tantangan regional untuk belajar di Mesir.

“Sudah waktunya Al-Azhar itu dibantu dengan membuka cabang di Indonesia, sehingga anak-anak Asia Tenggara tidak perlu ke Mesir. Cukup ke Indonesia, sementara dosen-dosen Al-Azhar dan fasilitas pembelajarannya disiapkan di sini,” ujar Menag.

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini menambahkan, skema kerja sama yang akan dibahas nanti meliputi kemungkinan dual degree, joint faculty, maupun model pendidikan langsung dengan pengajar dari Al-Azhar.

Lebih dar itu, Nasaruddin berharap, langkah ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam global sekaligus memperluas jangkauan diplomasi pendidikan Indonesia.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: